Reaksi Polisi di Tengah Serangan Hacker Bjorka yang Bikin Geger

Merdeka.com - Merdeka.com - Hacker Bjorka disebut-sebut telah meretas sejumlah data pribadi pemilik kartu SIM telepon. Hacker yang sama juga melakukan penyerangan dengan membuka data-data pribadi milik pejabat di Tanah Air. Lalu apa tanggapan Kepolisian?

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum), Kombes Nurul Azizah mengaku pihaknya belum bisa berbuat lebih menyikapi serangan hacker Bjorka terhadap sejumlah data pribadi yang diungkap.

"Nggak ada (tindakan). Silakan langsung ke instansi itu masing-masing ya," kata Nurul, di Kantor Divisi Humas Polri, Senin (12/9).

Menurut Nurul tidak menjelaskan lebih rinci alasan polisi belum bergerak mengusut siapa di balik pemilik akun hacker Bjorka yang mempublikasi hasil peretasan di media sosialdi Twitter.

Hacker ini menamai akunnya dengan username @bjorxanism dan sebelumnya menggunakan akun dengan username @bjorkanism.

"Ya, belum," ujar Nurul singkat.

Terkait unggahan peretas yang menyinggung kasus pembunuhan Munir, menurutnya belum ada satu hal yang sangat urgen untuk kepolisian turun tangan.

Belum ada informasi (pembunuhan Munir), kalau ada informasi pasti kita infokan. Oke," katanya.

Kebocoran Data Bukan Dokumen Rahasia

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membenarkan adanya kebocoran data negara, termasuk sejumlah pejabat di Tanah Air. Data tersebut dibocorkan hacker Bjorka.

"Soal bocornya data negara lah, bahwa saya pastikan itu benar terjadi saya sudah mendapat bahwa itu benar terjadi," kata Mahfud saat jumpa pers di Jakarta Pusat, Senin (12/9).

Kepastian kebocoran data tersebut berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan analisis Deputi 7 Kemenko Polhukam. Meski demikian, Mahfud menyebut data yang bocor bukan rahasia.

"Sebenarnya bukan data yang rahasia yang bisa diambil di mana-di mana dan kebetulan sama," ujarnya.

Mahfud memastikan, pemerintah saat ini masih mendalami tindakan dari hacker tersebut. Walaupun, isu yang disampaikan Bjorka bersifat umum yang telah banyak dipublish berbagai media.

Sebelumnya, DarkTracer, dalam akun Twitternya menyampaikan bahwa hacker Bjorka telah membocorkan informasi data pribadi milik Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.

"Bad actor 'Bjorka' leaked personally identifiable information of Indonesia's Minister of Communications and Information Technology (Kominfo) and mocked him. (Aktor jahat 'Bjorka' membocorkan informasi identitas pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika atau Kominfo Indonesia dan mengejeknya)," tulisnya.

Bjorka mengklaim telah membocorkan data-data dan dokumen dari Presiden Republik Indonesia, seperti dokumen Badan Intelijen Negara (BIN) di situs breached.to. Namun, dibantah oleh BIN.

"Sampai saat ini masih aman dan kita tetap berupaya ini adalah user kita tentu saja segala apa-apa yang menjadi dokumen atau surat penting lainnya itu harus betul-betul terlindungi secara maksimal," kata Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto.

Hacker Bjorka juga merupakan pelaku yang telah membocorkan data pribadi 1,3 miliar pengguna layanan seluler terutama yang melakukan registrasi SIM Card prabayar. Dengan rentetan aksi maupun ancaman jahat yang dilakukan Bjorka, nampaknya hacker ini justru menantang pemerintah Indonesia untuk menangkapnya.

"Im still waiting to be raided by the Indonesian government (Saya masih menunggu untuk digerebek oleh pemerintah Indonesia)," tulis Bjorka lewat group Telegram.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [lia]