Reaksi Sang Putri Yakinkan Crutchlow Sudah Buat Keputusan Tepat

Tri Cahyo Nugroho
·Bacaan 3 menit

Jumat (13/11/2020) pagi, Yamaha mengumumkan bila Crutchlow akan menggantikan Jorge Lorenzo sebagai pembalap penguji mereka untuk musim balap 2021.

Crutchlow – yang pada MotoGP musim ini masih membela Tim LCR Honda Castrol – sebelumnya sempat dikaitkan dengan Aprilia. Saat itu, Crutchlow mengaku akan menunggu hasil banding Andrea Iannone soal doping yang dilakukannya.

Selasa (10/11/2020) lalu, Iannone diputuskan bersalah dan dilarang turun selama empat tahun di semua kegiatan balap motor di bawah Federasi Balap Motor Internasiona (FIM).

Kendati kontraknya di LCR akan habis pada akhir musim ini, Crutchlow justru tidak jadi bergabung ke Aprilia melainkan menerima pinangan Yamaha sebagai pembalap penguji. Cedera berkepanjangan dan keluarga menjadi alasan utama pembalap asal Inggris, 35 tahun, itu tidak ingin lagi berlomba.

“Tentu saja saya lebih dulu berdiskusi dengan keluarga. Saya bicara dengan Lucy (istri) dan mengatakan apa yang saya inginkan. Dia tahu dan mendukung keinginan saya itu,” ujar Crutchlow seperti dikutip dari Autosport, malam kemarin.

“Saya juga bilang tidak akan bisa lagi seperti dulu. Saya pun bicara dengan Willow (putri kecil Crutchlow) bahwa ayahnya ini tidak akan turun membalap lagi tahun depan.”

Crutchlow pun kaget melihat komentar dan reaksi putri pertamanya yang baru berusia 4 tahun itu. Menurut Crutchlow, Willow sempat terlihat sedih begitu mendengar sang ayah tidak akan membalap lagi. Ia juga bilang takkan lagi datang ke sirkuit pada tahun depan.

Baca Juga:

Crutchlow Resmi Jadi Test Rider Yamaha Jarvis: Selamat Datang Kembali, Crutchlow

“Tapi ia lalu bertanya, ‘Apakah itu berarti ayah akan lebih banyak di rumah lagi?’,” ujar Crutchlow menirukan putrinya. “Saya bilang, tentu saja. Ia pun lalu menangis senang.”

Dari situ Crutchlow tahu sudah membuat keputusan tepat (menjadi penguji Yamaha) bukan hanya untuk dirinya namun juga keluarga dan masa depannya.

“Sangat berat meninggalkan MotoGP. Namun, saya masih bisa melakukan sesuatu. Menghabiskan waktu bersama Lucy dan Willow akan menjadi spesial karena kami sulit melakukannya di masa lalu,” katanya.

“Melihat reaksi Willow seperti itu, saya tahu sudah membuat keputusan tepat. Saya sebetulnya sudah memperkirakan hal itu. Tapi, penegasan seperti yang dilakukan Willow membuat saya sangat senang.”

Lebih jauh Crutchlow juga mengungkapkan alasan dirinya menerima tawaran Yamaha. Menurutnya, Yamaha butuh seseorang dengan komitmen sebagai pembalap penguji ketimbang orang yang sebenarnya mencari kesempatan untuk kembali turun di MotoGP.

Crutchlow pun menjawab diplomatis saat disinggung soal kemungkinan dirinya kembali pada 2022.

“Masih banyak kesempatan untuk membalap di MotoGP, meskipun status Anda pembalap penguji,” ucapnya. “Seperti saya bilang, Yamaha butuh seseorang yang ingin menjadi pembalap penguji. Sejauh ini, saya akan berkomitmen dulu untuk itu.”

Crutchlow mengawali karier di MotoGP pada 2011 dengan bergabung ke Monster Yamaha Tech 3 setelah sebelumnya turun di Kejuaraan Dunia Superbike (WorldSBK) bersama Honda (2008) dan Yamaha (2010).

Tiga musim memperkuat tim satelit Yamaha di MotoGP, Crutchlow ditarik ke tim pabrikan Ducati pada 2014. Gagal bersinar, Crutchlow pun menerima tawaran LCR untuk bergabung pada 2015.

Musim terbaik Cructhlow di MotoGP terjadi pada 2013 dengan menempati peringkat kelima klasemen akhir. Turun dalam 166 lomba MotoGP (sampai GP Eropa, 8 November 2020 lalu), Crutchlow berhasil mengantongi tiga kemenangan (semua saat membela LCR), 19 posisi podium, empat pole position, dan empat fastest lap.