Reaksi Warga Bangka Belitung Usai Viral Hoaks Telur Tangkal Covid-19

Liputan6.com, Palembang - Berita bohong atau hoaks tentang telur rebus penangkal Corona Covid-19 yang beredar di media sosial (medsos), ternyata mampu meyakini warga Bangka Belitung.

Informasi hoaks tersebut membahas tentang bayi baru lahir yang langsung bicara. Bayi tersebut mengatakan jika telur yang direbus sebelum pukul 00.00 WIB, bisa menangkal Corona Covid-19.

Dis-informasi yang beredar di Facebook ini, ternyata membuat kecemasan warga Bangka Belitung.

“Dalam waktu satu jam saja, 5 rak telur di warung saya langsung ludes dibeli warga sekitar,” ujar Harli, pemilik warung di Desa Air Gantang Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, Bangka Belitung, Kamis (26/3/2020).

Penjualan drastis ini cukup mengagetkannya. Para warga yang membeli telurnya, beranggapan jika informasi itu benar.

Rusdy Saputra, tokoh masyarakat di Parit Tiga Bangka Belitung menyayangkan, banyak warganya yang percaya dengan informasi yang tidak valid tersebut. Dia pun menegaskan, jika informasi di medsos tersebut adalah hoaks.

"Saya menghimbau ke masyarakat, jangan cepat percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Dia pun meminta warga Parit Tiga Bangka Belitung, untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah. Yaitu tetap berada di rumah, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Rusdy juga mengingatkan agar warganya terus berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, agar bisa terlepas dari musibah Virus Corona Covid-19 ini.

Informasi hoaks tersebut awalnya diposting oleh akun Facebook Muhammad Nasrun Ridin, yang berisi rekaman suara bayi baru lahir, yang mengatakan tentang telur rebus sebagai penangkal Corona Covid-19.

Berita hoaks yang juga beredar di Bangka Belitung ini, turut diposting oleh akun Facebook Rudy Santoso Liu.

 

Bayi Bisa Bicara

Viral video bayi dapat berbicara telur rebus yang diklaim sebagai petunjuk penangkal virus Corona baru (Covid-19), benarkah?

Ternyata berita bohong ini juga membuat warga Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) percaya.

Seperti diungkapkan Zara, warga Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, saat mengetahui salah satu anggota keluarganya menyarankan untuk mengkonsumsi telur rebus.

Salah satu saudaranya langsung menyuruh Zara untuk membeli telur dan direbus sebelum pukul 00.00 WIB. Namun saran saudaranya itu langsung diluruskan oleh Zara.

“Saudara saya membagikan postingan Facebook tentang bayi baru lahir yang bisa bicara tentang telur tersebut. Lalu saya berikan edukasi, bahwa informasi di medsos itu bohong. Harus pintar menyaring informasi, agar jangan mudah terpengaruh,” ujarnya.