Real Madrid Terancam Diskorsing 2 Tahun di Liga Champions

·Bacaan 2 menit

VIVA – Empat klub elite yang tetap bersikukuh dalam keputusan mereka untuk membentuk Liga Super Eropa dikabarkan terancam dikenai larangan bermain selama dua tahun di kompetisi Eropa bentukan UEFA, Liga Champions.

7 dari 12 tim elite perintis: Atletico Madrid, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur diyakini telah mencapai kesepakatan dengan UEFA untuk tetap setia pada kompetisi mereka.

Menurut ESPN, Inter juga hampir mencapai kesepakatan dengan UEFA. Tetapi Real Madrid, Barcelona, ??Juventus dan AC Milan belum bersedia membatalkan rencana tersebut dan bisa menghadapi sanksi dua tahun.

Keempat klub tersebut dituduh telah melanggar Pasal 51 Statuta UEFA yang menekankan bahwa setiap tim tidak boleh membentuk aliansi dengan apapun untuk melepaskan diri dari kompetisi Eropa.

"Tidak ada kombinasi atau aliansi antara klub yang berafiliasi, secara langsung atau tidak langsung, dengan asosiasi anggota UEFA yang berbeda yang dapat dibentuk tanpa izin UEFA," bunyi artikel itu.

ESPN juga melaporkan bahwa empat pemberontak tersebut bersikeras meminta UEFA untuk mengizinkan mereka membuat kompetisi kompetisi dan meminta pengakuan dari UEFA daripada meninggalkan organisasi.

Selain itu, mereka menjelaskan bahwa jika UEFA melakukan prosedur disipliner, maka UEFA dianggap akan melanggar keputusan yang diberikan oleh pengadilan kota Madrid terkait pembentukan Liga Super Eropa.

Sebelumnya, Presiden Presiden UEFA, Aleksander Ceferin telah mengeluarkan ultimatum kepada para peserta ajang tersebut pada pekan lalu.

Delapan tim memutuskan mundur dari Liga Super Eropa. Kini, tersisa empat tim yakni Real Madrid, Barcelona, Juventus dan AC Milan.

Terkait hal ini, Ceferin memberikan ultimatum. Dia meminta empat klub yang tersisa agar jangan berharap tampil di Liga Champions lagi.

"Meski sudah kandas karena ditinggal sebagian besar peserta, Juventus, Madrid, Barcelona, dan AC Milan, tidak hengkang dari sana dan akan menerima konsekuensi," kata Ceferin dikutip Football Italia.

"Jelas mereka harus memutuskan bahwa mereka klub Liga Super atau tim asal Eropa. Dalam kondisi ini, mereka tidak bisa bermain di Liga Champions. Bila demikian, mereka silakan tampil di kompetisi sendiri," sambungnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel