Realisasi Anggaran Kementerian Investasi 2020 Capai Rp 374,5 Miliar per 27 Agustus

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi anggaran tahun 2021 mencapai 44,86 persen per 27 Agustus lalu. Angka itu setara Rp374,5 miliar dari total pagu anggaran sebesar Rp834,7 miliar.

"Adapun keuangan tahun 2021 itu totalnya setelah disahkan DPR kurang lebih Rp1 triliun. Tapi, kemudian recofusing, recofusing, dan recofusing, terakhir tinggal Rp834.778.720.000 sekarang sudah terealisasi sebesar 44,86 persen," ucap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (30/8).

Lebih lanjut, Bahlil menyatakan optimis realisasi anggaran tahun ini mampu menyamai nilai tahun 2020 lalu pada Desember mendatang. Mengingat, sisa anggaran yang tersedia dianggap tidak terlalu besar untuk membiayai sejumlah program kerja yang telah diagendakan.

"Jadi, InsyaAllah akan kami kejar dengan target realisasi keuangan kami di akhir bulan Desember sebesar nominal sama tahun kemarin yaitu 97 persen. Karena memang uangnya juga sedikit pimpinan, jadi pasti akan habis," tegasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3 Jenis Belanja

Ketua BPP HIPMI Bahlil Lahadalia saat memberi keterangan pers di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ketua BPP HIPMI Bahlil Lahadalia saat memberi keterangan pers di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam bahan paparannya, realisasi anggaran Kementerian Investasi/BKPM tahun ini tersebar ke dalam tiga jenis belanja. Pertama, belanja pegawai dengan realisasi mencapai Rp85, 01 miliar dari pagu Rp141,4 miliar.

Kemudian, belanja barang dengan realisasi Rp240,6 miliar dari total pagu Rp618 miliar. Terakhir, belanja modal dengan penyaluran sebesar Rp48,8 miliar dari total pagu Rp75,2 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel