Realisasi belanja APBN triwulan III di Sumbar mencapai Rp22,16 triliun

·Bacaan 3 menit

Realisasi belanja negara lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara hingga triwulan III 2021 di Sumatera Barat mencapai Rp22,16 triliun berdasarkan data yang dihimpun Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumatera Barat.

"Realisasi tersebut difokuskan untuk melanjutkan penanganan pandemi dan memperkuat pemulihan ekonomi melalui realokasi untuk belanja produktif dan penguatan program Pemulihan Ekonomi Nasional," kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumatera Barat Heru Pudyo Nugroho di Padang, Senin.

Ia merinci realisasi tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp7,23 triliun atau 65,01 persen dari pagu, Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rp14,93 triliun atau 73,35 persen.

Khusus belanja pemerintah pusat, dikontribusikan oleh belanja pegawai Rp3,38 triliun atau 75,46 persen , belanja barang Rp2,73 triliun 60,18 persen, belanja modal Rp1,11 triliun 53,16 persen , dan belanja bantuan sosial Rp16,44 miliar 62,33 persen.

Heru menyampaikan realisasi belanja pemerintah pusat triwulan III 2021 mengalami pertumbuhan 2,05 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020.

"Ini didorong oleh berbagai kebijakan strategis pemerintah pusat baik dari Kementerian Keuangan selaku Bendahara Umum Negara maupun masing-masing kementerian dan lembaga dalam mengakselerasi belanja," kata dia.

Sementara itu, untuk realisasi belanja TKDD terkontraksi minus 12,46 persen dibandingkan periode triwulan III 2020 (y-o-y). disebabkan belum optimalnya belanja Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa sampai dengan akhir September 2021.

"DAK Fisik terealisasi sebesar Rp553,53 miliar atau 29,18 persen , sementara Dana Desa terealisasi sebesar Rp747,61 miliar atau 75,32 persen," kata dia.

Sementara realisasi APBN sampai dengan 30 September 2021 di Sumatera Barat mencatatkan pendapatan negara sebesar Rp5,84 triliun atau 92,92 persen dari target dan tumbuh sebesar 40,93 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama 2020.

Selain itu realisasi belanja negara sebesar Rp22,16 triliun atau 70,40 persen dari pagu dan terkontraksi sebesar minus 8,20 persen.

Ia merinci realisasi pendapatan negara terdiri atas Penerimaan Perpajakan Rp4,42 triliun dan PNBP Rp1,42 triliun.

Realisasi pendapatan negara didukung utamanya oleh penerimaan pajak dalam negeri yang terealisasi sebesar Rp2,66 triliun dan pajak perdagangan internasional (Bea Masuk dan Bea Keluar) sebesar Rp1,75 triliun.

Ia menambahkan APBN berperan nyata dalam pengendalian pandemi dan upaya pemulihan ekonomi di Sumatera Barat melalui peran belanja pemerintah sehingga pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat berhasil keluar dari kontraksi selama pandemi COVID-19.

Akselerasi belanja pemerintah pada tahun 2021 telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat secara signifikan.

Pada triwulan II ekonomi tumbuh positif sebesar 5,76 persen , meningkat signifikan jika dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2020 yang terkontraksi minus 2,23 persen , bahkan lebih tinggi dari periode sebelum pandemi COVID-19 di triwulan IV 2019 yang hanya sebesar 5,09 persen.

Ia menambahkan pemerintah akan terus mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi dengan tetap mewaspadai risiko COVID-19 yang masih menimbulkan ketidakpastian yang tinggi.

"Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus berupaya mengawal akselerasi APBN dengan meningkatkan sinergi dan asistensi kepada pemangku kepentingan guna mendorong percepatan belanja kementerian dan lembaga serta penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa," kata dia.

Baca juga: Realisasi belanja barang dan modal APBN di Sumbar capai Rp3,84 triliun

Baca juga: Kemenkeu: Realisasi belanja APBN di Sumbar Rp15,16 triliun hingga Juni

Baca juga: Realisasi belanja APBN di Riau mencapai Rp15,11 triliun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel