Realisasi Dana PEN per 12 November 2021 Capai Rp 483,91 Triliun

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan, realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 12 November 2021 sudah mencapai Rp 483,91 triliun atau 65 persen dari pagu anggaran Rp 744,77 triliun.

“Terkait dengan perkembangan pemulihan ekonomi nasional realisasi PEN sudah 65 persen Atau Rp 483,91 triliun, Kemudian dari pagunya yang Rp 744,77 triliun,” kata Menko Airlangga dalam konferensi Pers PPKM, Senin (15/11/2021).

Secara rinci, untuk klaster kesehatan realisasinya mencapai Rp 129,3 triliun, klaster Perlindungan Sosial sudah mencapai Rp 132,49 triliun.

“Kluster kesehatan sudah Rp 129,3 triliun, Cluster Perlinsos sudah Rp 132,49 triliun dan tentunya ini berbagai program telah dilaksanakan,” ujarnya.

Adapun sebelumnya, realisasi PEN pada 5 November 2021 baru mencapai Rp 456,35 triliun atau 61,3 persen dari pagu anggaran. Untuk kluster kesehatan realisasinya sudah mencapai Rp 126,65 triliun atau 58,9 persen, perlindungan sosial realisasinya Rp 132,49 triliun atau 72,4 persen.

Lebih lanjut, dari hasil rapat terbatas hari ini, Presiden masih melakukan kajian terkait aturan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia, yakni dengan memperhatikan aspek penting vaksinasi sebagai syarat utama untuk melakukan kunjungan ke RI.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Indonesia Lebih Baik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan acara Hari Ritel Nasional ke-2 bertema “Ritel tangguh, UMKM maju, Indonesia bangkit,” Kamis (11/11/2021).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan acara Hari Ritel Nasional ke-2 bertema “Ritel tangguh, UMKM maju, Indonesia bangkit,” Kamis (11/11/2021).

“Bapak Presiden meminta terkait dengan kunjungan untuk diperhatikan terutama memperhatikan kondisi di berbagai negara lain dan kajian terhadap vaksin travelline terus dilakukan namun pemerintah terus memonitor tingkat kasus di berbagai negara,” ujarnya.

Namun, jika dibandingkan dengan negara lain, kondisi Indonesia lebih baik. Oleh karena itu, Pemerintah akan terus memonitor sebelum dilakukan pembukaan wisman ke Indonesia.

“Kalau kita lihat dibandingkan dengan berbagai negara lain posisi kita relatif lebih baik seperti misalnya dengan kasus per 100.000 penduduk Indonesia hanya 1 (kasus), Thailand per 100000 penduduk 89 kasus, Singapura per 100000 penduduk ada 454 kasus, Malaysia per 100 ada 127 dan Australia 51 kasus dari per 100 ribu penduduk,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel