Realisasi Insentif Kartu Prakerja Mencapai Rp 5,7 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah mencairkan anggaran untuk insentif sebesar Rp 5,7 triliun. Insentif ini diberikan kepada 4,9 juta penerima yang telah menyelesaikan pelatihan pertama.

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menjelaskan, realisasi yang masih rendah ini lantaran pencairan insentif dilakukan per bulan. Besarannya, yakni Rp 600 ribu untuk setiap peserta per bulan selama 4 bulan.

"Kenapa tidak banyak, karena Permenko (Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) menyatakan, kami menyalurkan Rp 600 ribu per bulan itu ya perbulan, tidak bisa digelondong sekaligus," ujar dia dalam diskusi daring, Selasa (3/11/2020).

Secara keseluruhan, peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif penuntasan pelatihan sebesar Rp 2,4 juta yang akan diberikan dalam empat bulan berturut-turut.

Per 3 November, Denni menyebutkan jumlah peserta yang telah menyelesaikan pelatihan pertama di program Kartu Prakerja sebanyak 4,94 juta orang.

Selain insentif pra pelatihan, peserta Kartu Prakerja juga mendapatkan uang bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta serta uang pengisian survei sebesar Rp 150 ribu untuk tiga kali pelatihan. Sehingga, jumlah bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada peserta Kartu Prakerja mencapai Rp 3,55 juta.

Sebagai informasi, program ini menelan Rp 20 triliun yang dimasukkan dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Rinciannya sebesar Rp 5,6 triliun untuk biaya pelatihan, insentif sebesar Rp 13,45 triliun, dana survei Rp 840 miliar, dan Project Management Office (PMO) Rp 100 juta.

Program Kartu Prakerja Dipastikan Berlanjut di 2021

CfDS Fisipol UGM melakukan riset tentang Kartu Prakerja
CfDS Fisipol UGM melakukan riset tentang Kartu Prakerja

Pemerintah masih akan melanjutkan program Kartu Prakerja pada 2021. Hal ini berangkat dari antusiasme masyarakat sejak program ini diluncurkan 11 April 2020.

“Pada 2021 program Kartu Prakerja akan terus dilanjutkan,” kata Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin dalam diskusi daring: Peran Program Kartu Prakerja Dalam Pembangunan SDM di Masa Pandemi, Selasa (3/11/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, penerima program Kartu Prakerja hanya memiliki kesempatan satu kali.

Maksudnya, jika tahun ini sudah menerima manfaat dari program Kartu Prakerja, maka tahun depan tidak akan bisa menerima lagi.

“Peserta yang sudah menerima bantuan untuk tahun ini tidak akan menerima lagi tahun depan. Kami kedepankan prinsip pemerataan,” ujar Denni.

Denni belum menjelaskan secara rinci kuota penerima program bantuan tersebut untuk 2021. Namun, pihaknya memastikan konsep Kartu Prakerja 2021 nanti masih akan sama dengan 2020.

Prakerja akan menjaring para pencari kerja atau pekerja yang terdampak di-PHK agar memperoleh nilai tambah melalui pelatihan-pelatihan.

Informasi saja, untuk tahun 2020, pemerintah menargetkan penerima Kartu Prakerja mencapai 5,6 juta orang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: