Realisasi investasi dalam negeri di Jakarta capai Rp64,8 triliun

Realisasi investasi dalam negeri di DKI Jakarta mencapai Rp64,8 triliun selama periode Januari-September 2022 atau naik 15,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp54,7 triliun.

"Ini menjadi salah satu bukti transformasi perekonomian melalui kebijakan Undang- Undang Cipta Kerja dan juga keberhasilan Pemprov DKI dalam menangani kasus COVID-19 secara optimal selama dua tahun terakhir," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Benni Aguscandra di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi penanaman modal oleh investor dalam negeri itu selama Januari-September 2022 diinvestasikan dalam 19.853 proyek.

Realisasi investasi dari investor dalam negeri di Ibu Kota itu menjadi Jakarta berada di posisi pertama untuk investor dalam negeri.

Sementara itu, realisasi penanaman modal asing (PMA) selama periode Januari-September 2022 mencapai 3,1 miliar dolar AS atau Rp44,1 triliun dengan asumsi kurs Rp14.350 sesuai dengan APBN 2022.

Baca juga: Tiga BUMD DKI teken kerja sama dengan investor asing di JIF 2022

Total capaian penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan PMA di Jakarta mencapai Rp108,9 triliun selama periode Januari-September 2022.

Realisasi tersebut meningkat 50,2 persen dibandingkan tahun 2021 dengan nilai Rp72,5 triliun pada periode yang sama.

"Terjaganya pertumbuhan investasi ini membuat kami yakin DKI Jakarta mampu menyentuh target realisasi investasi 2022, sebesar Rp124,5 triliun," ucapnya.

Adapun realisasi PMDN terdiri dari sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, sektor perdagangan dan reparasi, sektor jasa lainnya, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran dan sektor pertambangan.

Sedangkan PMA terserap di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran, sektor jasa lainnya, sektor perdagangan dan reparasi dan sektor pertambangan.

Baca juga: DKI-Bank Dunia tekankan investasi penting untuk kota berkelanjutan

Berdasarkan wilayah Kota Administrasi di DKI Jakarta, pada periode Januari-September 2022 realisasi investasi PMA dan PMDN terbesar berada di kota administrasi Jakarta Selatan dengan realisasi investasi sebesar Rp53,6 triliun.

Kemudian, disusul Kota Administrasi Jakarta Pusat sebesar Rp21,19 triliun, dan pada urutan ketiga ditempati Kota Administrasi Jakarta Timur yang mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp17,76 triliun.

Selanjutnya Kota Administrasi Jakarta Utara dengan nilai Rp9,22 Triliun, Kota Administrasi Jakarta Barat sebesar Rp7,13 triliun dan terakhir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dengan realisasi investasi sebesar Rp684 juta.