Realisasi Investasi ESDM tak Capai Target, Target Malah Naik Tahun ini

Helmi Shemi

Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum mencapai target investasi pada 2019. ESDM mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp31,9 triliun dari target Rp33,4 triliun atau 95,5 persen.

Menteri ESDM Arifin Tasrif optimistis investasi ESDM dapat terus ditingkatkan meski pada 2019 belum mencapai target. Caranya? Penyempurnaan infrastruktur seperti ketersediaan energi listrik maupun bahan baku seperti gas.

"Lalu kemudahan akses bisa dapat lahan untuk industri, lalu aturan disederhanakan. Kita sudah lakukan pemangkasan aturan yang berbelit-belit kementerian lembaga gak lagi jadi produsen aturan tapi mendorong percepatan industri," kata Arifin di Gedung ESDM, Jakarta, Kamis (9/1).

1. Target investasi naik pada 2020

Realisasi Investasi ESDM tak Capai Target, Target Malah Naik Tahun ini

Optimisme ESDM ditunjukkan dengan peningkatan target investasi di tahun ini. Jika target 2019 sebesar Rp33,4 triliun, maka di 2020 ini ESDM menargetkan investasi sebesar Rp35,9 triliun.

Rinciannya adalah Rp13,8 triliun untuk investasi migas, Rp12 triliun investasi listrik, Rp7,8 triliun investasi minerba dan Rp2,3 triliun untuk investasi EBTKE.

2. Investasi migas, minerba dan EBTKE gagal capai target investasi

Realisasi Investasi ESDM tak Capai Target, Target Malah Naik Tahun ini

Pada 2019, data Kementerian ESDM menunjukkan investasi di sektor migas dan minerba tidak mencapai target. Migas, misalnya, membukukan realisasi investasi Rp12,5 triliun dari target Rp13,4 triliun. Sementara minerba mencatatkan Rp5,9 triliun dari target Rp6,2 triliun. Pun dengan EBTKE yang gagal mencapai target Rp1,8 triliun dan hanya mendapat Rp1,5 triliun.

Sektor listrik menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai target sebesar Rp12 triliun.

3. Investasi ESDM fluktuatif

Realisasi Investasi ESDM tak Capai Target, Target Malah Naik Tahun ini

Investasi ESDM sejak 2015 cukup fluktuatif. Pada 2015, misalnya, investasi ESDM mencapai titik tertingginya sebesar Rp33,5 triliun. Sementara titik rendah investasi ESDM terjadi pada 2017 dengan realisasi investasi Rp28,3 triliun.

Selama 2015, sektor migas juga menjadi primadona investasi dengan selalu membukukan investasi dua digit. Namun sejak 2018, investasi ke sektor listrik menujukkan peningkatan menjadi dua digit. Misalkan, investasi listrik di 2017 sebesar Rp9,1 triliun menjadi Rp11,3 triliun di 2018 dan Rp12 triliun di 2019.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb