Realisasi Pembiayaan Utang Pemerintah Capai Rp 647,2 Triliun per September 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Perkembangan pandemi Covid-19 secara global menunjukkan indikator perbaikan yang juga berdampak pada pemulihan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Lalu bagaimana dengan realisasi pembiayaan #UangKita hingga akhir September 2021?

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan utang Pemerintah hingga akhir September 2021 mencapai Rp 647,2 triliun atau 55 persen dari target APBN.

Dikutip dari Instagram @djpprkemenkeu, Rabu (3/11/2021), dari Rp 647,2 triliun tersebut terdiri dari realisasi SBN (Neto) sebesar Rp 666,7 triliun dan realisasi pinjaman (Neto) sebesar negatif Rp 19,45 triliun.

Dengan demikian komposisi utang Pemerintah tetap terjaga, pengelolaan utang dilaksanakan secara oportunistik, fleksibel, dan prudent di masa pandemi dengan menjaga komposisi utang SBN domestik lebih besar daripada utang dalam bentuk valuta asing.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Utang

Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu
Ilustrasi APBN. Dok Kemenkeu

Posisi utang Pemerintah per akhir September 2021 berada di angka RP 6.711,52 triliun dengan rasio utang Pemerintah terhadap PDB sebesar 41,38 persen.

Oleh karena itu, Pemerintah secara konsisten berusaha untuk menurunkan pinjaman luar negeri dan Surat Utang Negara dalam valuta asing sebagai upaya untuk mengurangi eksposur luar negeri terhadap utang Pemerintah.

“Dengan perbaikan langkah-langkah dalam penanganan covid-19 yang menyebabkan penurunan kasus, maka kegiatan ekonomi kita juga mulai menunjukkan perbaikan kembali,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel