Realisasi Penerbitan Obligasi Korporasi Sentuh Rp 43,36 Triliun pada Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat realisasi penerbitan surat utang atau obligasi korporasi sebesar Rp 43,36 triliun hingga semester I-2021. Realisasi penerbitan ini meningkat dibandingkan realisasi pada semester I-2020 sebesar Rp 30,03 triliun.

Dalam paparannya, Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra menyebutkan, dari realisasi penerbitan obligasi korporasi tersebut, Rp 42,41 triliun di antaranya berasal dari perusahaan tercatat (listed). Sementara sisanya, sebesar Rp 0,95 triliun merupakan realisasi dari korporasi non-listed.

"Pencapaian atau realisasi hingga bulan Juni kemarin totalnya ada 43,36 triliun. Di mana di bulan Maret dan April itu realisasi paling besar. Kemudian turun di bulan Mei dan bulan Juni. Realisasi ini sebenarnya sudah lebih tinggi dibandingkan semester I-2020," kata Salyadi dalam Media Conference, Kamis (8/7/2021).

Rinciannya, realisasi pada Januari sebesar Rp 2,43 triliun dan Februari sebesar Rp 8,15 triliun. Sementara realisasi terbanyak pada Maret dan April masing-masing Rp 12,64 triliun dan Rp 12,34 triliun. Kemudian realisasi Mei dan Juni tercatat lebih rendah yakni Rp 3,41 triliun dan Rp 4,4 triliun.

Adapun mandat penerbitan obligasi yang belum terealisasi sampai dengan 30 Juni 2021 mencapai Rp 75,58 triliun. Jumlah tersebut didominasi oleh 18,19 persen perusahaan induk, 12,83 persen konstruksi, dan 12,31 persen dari multifinance. Meski begitu, Salyadi belum bisa memastikan persentase realisasi dari mandat tersebut. Mengingat situasi yang tidak pasti.

"Mandat ini adalah baru niat emiten untuk menerbitkan obligasi. Ada yang kejadian ada yang enggak. Banyak faktor yang mempengaruhi. Termasuk mungkin PPKM yang sekarang berlangsung itu juga bisa menjadi faktor yang menentukan,” kata dia.

Total Realisasi Penerbitan Obligasi

Salyadi mengatakan, jika seluruh mandat ini dapat direalisasikan, total realisasi penerbitan obligasi hingga akhir tahun bisa mencapai sekitar Rp 118,94 triliun.

"Jadi kalau misalkan kita asumsikan ini terealisasi semua wah luar biasa. Karena kalau realisasi semua mungkin sudah lebih dari Rp 100 triliun. Tapi kembali lagi kita tidak bisa memprediksikan berapa persen yang realisasi dari Rp 75 triliun ini," pungkas Salyadi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel