Realisasi Program Sejuta Rumah Hanya Capai 856.758 Unit per 21 Desember 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi penyediaan perumahan baru mencapai 856.758 unit hingga per 21 Desember 2020. Jumlah itu terdiri dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebesar 77 persen dan Non MBR 23 persen.

"Kita bisa membangun dan menyediakan 856.758 unit," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, alam acara Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan, Senin (28/12).

Dia merincikan, dari jumlah tersebut untuk rumah MBR sudah tersedia sebanyak 661.715 unit. Sementara Non MBR hanya mencapai 195.043 unit.

"Kalau Non MBR dikerjakan oleh pengembang seperti REI dan masyarakat. Sedangkan MBR oleh Kementerian PUPR dan berkolaborasi," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengatakan, realisasi program satu juta rumah untuk tahun ini tidak sesuai target. Mengingat telah terjadi penurunan pertumbuhan pada sektor perumahan di Indonesia akibat pandemi Covid-19.

"Capaian Program Satu Juta Rumah tahun 2020 per tanggal 14 Desember sebesar 856.758 unit, di mana kurang lebih 77 persennya disalurkan untuk MBR," kata dia dalam acara Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan, Senin (28/12).

Akibat pandemi ini pula, pertumbuhan sektor Real Estate pada kuartal III-2020 juga jauh di bawah angka pertumbuhan pada tahun 2019 yang mencapai 5,49 persen. Sementara pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah dan Apartemen (KPR dan KPA) juga turun tajam, dari 7,99 persen pada tahun 2019, menjadi hanya sebesar 2,05 persen pada kuartal III tahun 2020.

"Pada tahun 2021 Pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5 persen. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan, yang mendapatkan perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional," paparnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Dampak Pandemi Covid-19, Realisasi Program Satu Juta Rumah Masih di Bawah Target

Suasana Perumahan Griya Samaji, Cieseng, Bogor, Rabu (19/2/2020). Bank Tabungan Negara (BTN) pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)
Suasana Perumahan Griya Samaji, Cieseng, Bogor, Rabu (19/2/2020). Bank Tabungan Negara (BTN) pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memastikan bahwa realisasi program Satu Juta Rumah untuk tahun anggaran 2020 tidak akan mencapai target yang ditetapkan. Pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama target Satu Juta Rumah tak tercapai.

"Capaian Program Satu Juta Rumah 2020 per tanggal 14 Desember sebesar 856.758 unit, angka tersebut kurang lebih 77 persen disalurkan untuk MBR," kata dia dalam acara Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan, Senin (28/12/2020).

Ma'ruf menjelaskan, tak hanya program Satu Juta Rumah saja yang terdampak tetapi seluruh sektor properti termasuk juga dengan konstruksi. Pertumbuhan sektor Real Estate pada kuartal III tahun 2020 jauh di bawah pertumbuhan 2019 yang mencapai 5,49 persen.

Sementara pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah dan Apartemen (KPR dan KPA) juga turun tajam dari 7,99 persen di 2019 menjadi hanya 2,05 persen pada kuartal III 2020.

"Pada 2021, pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5 persen. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan, yang mendapatkan perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional," paparnya.

Untuk diketahui, Program Satu Juta Rumah, sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015 atau lima tahun yang lalu. Per 14 Desember 2020 telah terealisasi sebanyak 5,6 juta unit.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: