Realisasi Subsidi Energi di 2021 Capai Rp 131,5 Triliun, Terbanyak untuk BBM dan LPG

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Keementerian ESDM melaporkan capaian kinerjanya sepanjang 2021. Salah satu yang digarisbawahi adalah pencapaian penyaluran subsidi energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, realisasi subsidi energi di sepanjang tahun 2021 sebesar Rp131,5 triliun.

"Subsidi energi ini dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat dalam pemulihan ekonomi," katanya dalam konferensi pers Capaian Kinerja Tahun 2021 dan Program Tahun 2022, Jakarta (12/1/2022).

Menteri Arifin merinci, realisasi subsidi energi terbesar masih diduduki sektor BBM dan LPG. Yakni, mencapai Rp83,7 triliun.

"Sementara subsidi lainnya di sektor Listrik sebesar Rp47,8 triliun," imbuhnya.

Adapun, lanjut Arifin, target subsidi sektor energi di tahun 2022 lebih tinggi dari tahun lalu. Yaitu, sebesar Rp134 triliun.

Seperti tahun sebelumnya, subsidi terbesar masih dialokasikan kepada sektor BBM dan LPG Rp77,5 triliun. Sementara untuk sektor kelistrikan alokasi subsidi mencapai Rp56,5 triliun.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sepanjang 2021, Realisasi Investasi Sektor ESDM Capai USD 28,2 Miliar

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) melaporkan, realisasi investasi sektor ESDM mencapai USD 28,2 miliar pada tahun 2021.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan, angka ini setara 107 persen dari realisasi investasi di 2020 yang mencapai USD 26,3 miliar.

Realisasi investasi tahun 2021 sebesar USD 28,2 miliar atau 107 persen dibandingkan 2020," ujar Arifin dalam konferensi pers Capaian Kinerja Tahun 2021 dan Program Tahun 2022, Jakarta (12/1/2021).

Dalam bahan paparannya, realisasi investasi di tahun lalu masih didominasi dari subsektor minyak dan gas (migas) yang mencapai USD 15,9 miliar. Kemudian, sektor kelistrikan sebesar USD 6,8 miliar.

Selanjutnya, sektor mineral dan batu bara (Minerba) mencapai USD 4,1 miliar. Terakhir, sektor energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar USD 1,4 miliar.

Adapun tantangan utama dalam kegiatan investasi di tahun 2021 ialah pandemi Covid-19. Mengingat, akibat dari wabah penyebaran virus corona jenis baru tersebut menganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat.

"Adapun target investasi sektor ESDM di tahun 2022 yakni mencapai USD 32,6 miliar," tutupnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel