Realisasi Vaksinasi Covid-19 Indonesia Peringkat 5 Dunia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Hal ini juga berdampak positif ke sektor ekonomi. Namun meskipun sudah membaik, masyarakat harus terus waspada terutama menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru).

“Perbaikan signifikan terus terjadi seiring kerja sama seluruh pihak yaitu masyarakat yang disiplin dengan protokol kesehatan 5M, serta upaya Pemerintah dalam mengakselerasi vaksinasi dan melaksanakan 3T. Kewaspadaan harus terus dijaga mengingat gelombang I Covid-19 di Indonesia terjadi pasca libur Nataru”, ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11/2021).

Pada 17 November 2021, tercatat kasus harian Covid-19 adalah 522 (375 rata-rata 7 hari/7-Day Moving Average), atau terendah sejak Juni 2020. Penurunan kasus harian ke level sangat rendah juga diikuti dengan rendahnya kasus aktif, kematian harian, tingkat penggunaan kasus RS atau Bed Occupancy Rate (BOR) dan tingkat kasus positif (positive rate).

Per 17 November 2021, kasus aktif berada di level 8.390 atau terendah sejak Mei 2020, kematian harian berada di angka 15 (7DMA), dengan positive rate 0,2 persen (7DMA) dan jumlah testing masih relatif tinggi di atas 150 ribu orang per hari.

Sebagai respons dari kondisi yang semakin terkendali, Pemerintah mulai melakukan pelonggaran restriksi. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada menjelang libur Nataru. Untuk terus menjaga kewasdaan, Pemerintah melakukan beberapa antisipasi dengan tetap mensyaratkan testing maupun vaksinasi untuk berbagai kegiatan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksinasi

Tenaga kesehatan saat menyiapkan vaksin Covid-19 dosis kedua di Gelanggang Remaja Pulogadung, Rawamangun, Jakarta, Kamis (18/11/2021). Kementerian Kesehatan mencatat, capaian vaksinasi dosis kedua di Indonesia telah mencapai 86.335.923 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Tenaga kesehatan saat menyiapkan vaksin Covid-19 dosis kedua di Gelanggang Remaja Pulogadung, Rawamangun, Jakarta, Kamis (18/11/2021). Kementerian Kesehatan mencatat, capaian vaksinasi dosis kedua di Indonesia telah mencapai 86.335.923 orang. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Meski demikian, kecepatan vaksinasi sedikit melambat di bulan November ke sekitar 1,4 juta dosis per hari (7DMA) setelah di bulan Oktober sempat menyentuh 1,9 juta per hari (7DMA). Upaya akselerasi akan terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya lonjakan kasus di periode Nataru.

“Kita perlu akselerasi kembali agar bisa hidup di tengah pandemi yang diramalkan akan menjadi endemi ini. Vaksinasi harus terus diakselerasi dan didukung dengan kesadaran masyarakat untuk mencapai herd immunity”, sambung Febrio.

Realisasi dosis vaksinasi Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Saat ini Indonesia berada di peringkat 5 dunia dengan 219,48 juta dosis vaksin yang sudah tersalur per 17 November 2021. Hanya lebih rendah dari Tiongkok, India, AS, dan Brazil.

Secara detail, untuk dosis pertama sudah terealisasi sebanyak 132,01 juta dosis (48,86 persen populasi) dan 86,28 juta untuk dosis ke 2 (31,93 persen populasi).

Dengan kondisi terkini, jika asumsi kecepatan vaksinasi sekitar 1,5 juta dosis per hari, maka pada Maret 2022 vaksinasi dapat menjangkau sebesar 70 persen penduduk Indonesia. Capaian tersebut akan lebih cepat jika vaksinasi dapat terus ditingkatkan dari level saat ini.

Pemerintah berencana akan terus melakukan akselerasi vaksinasi untuk menjangkau target populasi sasaran 208 juta penduduk serta tercapainya transisi yang lebih optimal menuju Hidup Berdampingan dengan Endemi (Living with Endemic).

Dukungan APBN

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksin COVID-19 keliling diluncurkan guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksin COVID-19 keliling diluncurkan guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Untuk mendukung pelaksanaan intervensi di bidang kesehatan, APBN akan terus dikerahkan. Hal ini sudah terjadi konsisten dari tahun 2020, dan berlanjut hingga sekarang bahkan telah kita tetapkan berlanjut di tahun 2022 mendatang. Selama situasi masih dinamis, hal ini akan terus menjadi kunci kebijakan Indonesia.

Per 12 November 2021, misalnya, Program PEN terealisasi sebanyak Rp 483,91 triliun(65 persen dari pagu) yang artinya sebesar itu pula bantuan dihadirkan untuk kesehatan, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, program prioritas untuk sektor-sektor terdampak seperti pariwisata, dukungan bagi usaha kecil dan korporasi, serta insentif pajak untuk dunia usaha.

Di sisi kesehatan sendiri, realisasinya mencapai Rp 129,3 triliun (60,1% pagu) dengan manfaat yang sangat luas termasuk untuk vaksinasi, 3T, insentif nakes, dan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Intervensi kesehatan akan terus dilakukan terutama vaksinasi yang sampai saat ini pengadaannya sudah lebih dari 50 persen.

“Masyarakat diharapkan terus bekerja sama dengan konsisten menerapkan 5M di tengah waktu libur nanti, serta menyukseskan program vaksinasi agar momentum pemulihan ini dapat kita jaga terus”, tutup Febrio.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel