Realisasi vaksinasi COVID-19 Kalteng capai 81,01 persen

·Bacaan 2 menit

Tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan berdasarkan data per 6 Januari 2022 realisasi vaksinasi dosis I tingkat provinsi mencapai 81,01 persen.

"Kabupaten yang belum mencapai 70 persen adalah Gunung Mas masih 69,11 persen," kata Perwakilan Tim Komunikasi Publik Satgas COVID-19 Kalteng Agus Siswadi di Palangka Raya, Sabtu.

Pemerintah provinsi melalui satgas terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi kepada berbagai sasaran di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng, sehingga dapat terwujud kekebalan kelompok secara maksimal di tengah masyarakat.

Lebih lanjut ia menyatakan kasus positif alami penambahan sebanyak satu orang, yaitu di Palangka Raya, sehingga total keseluruhan terhitung sejak kasus pertama kini telah menjadi 46.724 orang.

Baca juga: Awal 2022 tersisa 14 kasus aktif COVID-19 di Kalteng

Baca juga: Disdukcapil Barito Selatan dukung percepatan vaksinasi COVID-19

"Kasus sembuh, ada penambahan sebanyak dua orang, yaitu di Katingan dan Sukamara,"

Pasien dalam perawatan alami penurunan sebanyak dua orang, sehingga dari semula 13 orang kini menjadi 11 orang yang masuk dalam kategori kasus aktif.

Kemudian keterpakaian tempat tidur (BOR) pada rumah sakit, yaitu untuk tempat tidur intensif mengalami penurunan tempat tidur terpakai sebanyak 2,38 persen, sehingga dari 9,52 persen menjadi 7,14 persen dan tidak ada kabupaten dan kota yang BOR di atas 50 persen.

Sedangkan tempat tidur isolasi mengalami peningkatan tempat tidur terpakai 0,01 persen, sehingga dari 1,28 persen menjadi 1,29 persen dan tidak ada kabupaten dan jota yang BOR di atas 50 persen.

Selanjutnya satgas juga senantiasa mengingatkan masyarakat, selain mendukung upaya percepatan vaksinasi, agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 di Kalteng.

"Menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta menjauhi atau mencegah kerumunan. Selain itu juga mengurangi mobilitas," ujarnya.*

Baca juga: 4.000 dosis vaksin COVID-19 di wilayah DAS Barito "expired"

Baca juga: Kemarin, Kursi wakil panglima hingga pemerintah tak antikritik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel