Realita Kerasnya Pekerjaan Kurir di Tengah Pandemi Hingga Taruhan Nyawa

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Fenomena belanja online meningkat tajam di tengah pandemi virus corona ini. Walau berdampak kepada keberlangsungannya ekonomi, tetapi di sisi lain juga menjadi masalah tersendiri bagi para kurir pengantar barang.

Dilansir dari laman AsiaOne, seorang pria yang bekerja sebagai kurir berusia 48 tahun di Korea Selatan meninggal di rumah sakit pada bulan lalu, setelah mengeluh sakit dada di tempat kerja. Kim Sung Jin termasuk salah satu kurir yang memprediksi hal itu pasti akan terjadi.

“Saya tidak terlalu terkejut ketika mendengar beritanya,” kata Kim, yang mengundurkan diri dua bulan lalu. “Lingkungan kerja tidak manusiawi sampai-sampai saya pergi menyendiri dan kadang-kadang menangis."

Menurut Konfederasi Serikat Pekerja Korea, almarhum telah bekerja 9 hingga 10 jam per hari dan mengirimkan rata-rata 400 paket per shift selama dua dekade. Ia bekerja untuk CJ Logistics Corporation, salah satu perusahaan pengiriman terbesar di negara itu.

Kematiannya serta 13 orang lainnya, telah memicu seruan untuk perlindungan tenaga kerja yang lebih baik bagi pekerja pengiriman, yang beban kerjanya telah meroket di tengah era Covid-19. Lantaran pelaku bisnis menjanjikan konsumen lebih banyak pengiriman pada hari yang sama daripada yang dapat mereka tangani.

Kim menceritakan bahwa ia bekerja dari jam 7 pagi - 9 malam, atau terkadang bisa sampai jam 2 pagi keesokan harinya. Ia pernah mengirimkan 200 paket sehari selama enam hari, namun kerja keras itu tidak sebanding dengan upah bersih per paket sekitar Rp 10 ribu.

E-commerce di Korea Selatan dengan populasi 51 juta orang, telah mengalami pertumbuhan dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Diproyeksikan volume ritel online negara akan tumbuh menjadi US $ 90,5 miliar setara dengan Rp 1,285 Triliun pada tahun 2024, dari US $ 41,9 miliar setara dengan Rp 596 Triliun pada tahun 2017.


Image Source: Koreajoongangdaily.joins.com

CJ Logistics Corporation mengatakan, akan melipatgandakan jumlah pekerja yang menyortir paket di fasilitas mereka menjadi 4.000, dan berjanji akan menanggung 100 persen asuransi kesehatan dan keselamatan untuk kurir. Kepala eksekutifnya juga meminta maaf atas kematian para pekerjanya.

Berita Lainnya :

Ternyata Donald Trump Punya Hobi Pajang Foto Sendiri di Majalah Palsu

Mulai Dibuka, Begini Cara dan Syarat Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia