Reboisasi adalah Penanaman Kembali Hutan, Ketahui Manfaatnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Reboisasi adalah salah satu upaya penghijauan bagi hutan yang telah rusak. Kerusakan hutan menjadi masalah bagi alam. Penebangan liar dan pembakaran hutan membuat hutan tak lagi mampu menempatkan perannya pada alam.

Reboisasi adalah solusi untuk menghidupkan kembali hutan yang telah rusak. Hutan yang tumbuh kembali dapat bermanfaat bagi lingkungan, melestarikan spesies yang terancam punah dan memperbarui sumber daya yang berharga. Reboisasi adalah langkah umum untuk memperbaiki hutan dan perannya.

Reboisasi adalah proses yang bisa terjadi secara alami atau dengan bantuan manusia. Reboisasi adalah bentuk dari pelestarian alam, bukan hanya pohon, tapi juga flora dan fauna di dalamnya. Reboisasi adalah salah satu langkah untuk melawan perubahan iklim.

Reboisasi adalah upaya yang saling menguntungkan antara alam dan manusia. Berikut pengertian reboisasi dan manfaatnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(05/04/2021).

Pengertian reboisasi

Ilustrasi menanam pohon. (dok. Unsplash.com/Kasturi Laxmi Mohit/@kasturi09)
Ilustrasi menanam pohon. (dok. Unsplash.com/Kasturi Laxmi Mohit/@kasturi09)

Menurut KBBI, reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang yang sudah tandus atau gundul. Dalam bahasa Inggris, reboisasi dikenal dengan reforestation. Cambridge Dictonary mendefinisikan reboisasi sebagai tindakan dari penanaman pohon pada daerah dari lahan yang telah kosong atau rusak.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2002 tentang DanaReboisasi, reboisasi adalah upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan.

Reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang sebelumnya telah ditebang dengan menggunakan jenis pohon asli dari wilayah geografis tersebut. Istilah lain untuk reboisasi adalah aforestasi. Ini merupakan praktik memulihkan hutan yang dulunya ada tetapi telah ditebang.

Hutan yang tumbuh kembali dapat bermanfaat bagi lingkungan, melestarikan spesies yang terancam punah dan memperbarui sumber daya yang berharga, dan juga dapat menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer.

Jenis reboisasi

Ilustrasi hutan (iStock)
Ilustrasi hutan (iStock)

Reboisasi dapat terjadi secara alami dan reboisasi yang dikelola oleh manusia.

Reboisasi alami

Dalam reboisasi alami, suatu area dibiarkan tidak terganggu oleh aktivitas manusia. Bibit di tanah atau dibawa ke daerah itu oleh angin dan aliran air berkecambah dan tumbuh. Hutan dibangun kembali pada waktunya sesuai dengan suksesi spesies tanaman yang merupakan karakteristik dari wilayah geografis tersebut.

Reboisasi terkelola

Dalam reboisasi terkelola, orang berusaha membangun kembali hutan. Namun, reboisasi yang dikelola dapat menimbulkan perdebatan mengenai apakah hutan yang dibangun kembali memiliki keanekaragaman hayati sebanyak hutan aslinya atau hutan yang telah dibangun kembali secara alami. Misalnya, beberapa hutan telah ditanami kembali hanya dengan satu spesies pohon, sementara jenis pohon lainnya dicegah untuk tumbuh kembali, sehingga memunculkan monokultur hutan yang menyerupai pertanian.

Manfaaat reboisasi

Ilustrasi Hutan | unsplash.com/@mischievous_penguins
Ilustrasi Hutan | unsplash.com/@mischievous_penguins

Tingkatkan kualitas daerah aliran sungai

Reboisasi membantu menghentikan erosi tanah. Di daerah yang sangat terdegradasi, reboisasi merupakan langkah penting untuk regenerasi tanah dan keseimbangan air. Pohon memenuhi banyak fungsi seperti perlindungan dari erosi atau menjaga kelembaban tanah. Reboisasi membantu mengendalikan daerah aliran sungai. Ini bisa mencegah banjir dan longsor.

Meningkatkan ketahanan hutan

Reboisasi meningkatkan kesehatan hutan. Dengan menanam spesies yang tepat, reboisasi membantu membuat hutan lebih tahan terhadap tantangan masa depan seperti perubahan iklim dan kebakaran hutan.

Menjaga habitat

Hutan menyediakan habitat bagi keanekaragaman satwa dan tumbuhan liar. Hutan Indonesia merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati dan memainkan peran penting dalam mitigasi perubahan iklim dan ketahanan air. Hutan juga menjadi tempat tinggal bagi banyak kelompok masyarakat adat dan komunitas lokal.

Manfaaat reboisasi

Ilustrasi hutan. Sumber foto: unsplash.com/Julien R.
Ilustrasi hutan. Sumber foto: unsplash.com/Julien R.

Meningkatkan kualitas udara

Saat pohon tumbuh, mereka menghilangkan polutan berbahaya dari udara. Reboisasi membantu membangun kembali hutan dan meningkatkan filter udara alami. Reboisasi dapat digunakan untuk menghilangkan dan memperbaiki efek deforestasi dan meningkatkan kualitas hidup manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun kembali habitat dan ekosistem alami, dan mengurangi pemanasan global melalui biosequestration karbon dioksida atmosfer.

Mitigasi iklim

Reboisasi membantu mempertahankan dan meningkatkan potensi penyerapan karbon di hutan. Ini mengurangi efek perubahan iklim global. Pendekatan reboisasi ini mewakili satu solusi berbasis alam yang menjanjikan dalam perang melawan perubahan iklim. Reboisasi dapat memberikan peluang mitigasi iklim berbasis lahan terbesar sambil menyediakan air yang lebih bersih, udara yang lebih bersih, pengendalian banjir, dan tanah yang lebih subur.

Sumber benih masa depan

Penghijauan kembali dilakukan dengan menanam bibit dari berbagai spesies asli daerah tersebut. Menanam pohon membantu membangun sumber benih agar hutan lebih cepat pulih. Tumbuhan dan pohon memiliki kemampuan untuk menyimpan air tetapi juga untuk menyediakan air dan nutrisi bagi tumbuhan yang tumbuh di sekitarnya. Dan karena mereka menyediakan habitat alami bagi banyak spesies, mereka akan membantu meningkatkan keanekaragaman hayati di wilayah yang telah menurun.