Rebut Piala Kapolri di Festival Mural, Polda Kaltim Kirim 2 Pemural ke Jakarta

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Balikpapan - Polda Kalimantan Timur (Kaltim) mengirimkan dua orang peserta mural, dalam ajang memperebutkan piala Kapolri di festival mural tingkat nasional.

Sebelumnya, kedua peserta tersebut mengikuti tahapan seleksi ketat hingga akhirnya dapat ikut serta mewakili Kaltim dalam ajang bergengsi tingkat nasional di Jakarta.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Herry Rudolf Nahak melalui Wakapolda Kaltim Brigjen Haryanto mengatakan bahwa festival tersebut sebagai ajang penyaluran para kreator mural.

"Festival Mural diadakan pada tingkat Mabes Polri hingga tingkat daerah, kami ada mengirimkan dua peserta untuk ikut di tingkat Mabes Polri untuk memperebutkan piala Kapolri,” terangnya saat membuka Festival Mural Polda Kaltim, di kawasan Mall Gajiah Mada Balikpapan Sabtu (30/10/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Memperebutkan Piala Kapolda Kaltim

Lomba mural diadakan Polda Kaltim.
Lomba mural diadakan Polda Kaltim.

Untuk peserta dalam Festival Mural memperebutkan piala Polda Kaltim diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari wilayah Kaltim.

"Tujuannya untuk menampung para masyarakat yang menyalurkan hobi mural supaya mereka tersalurkan agar tidak membuat lukisan di tempat yang mungkin dilarang,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 para perupa justru dapat menyalurkan hobi tersebut yang dapat nilai ekonomi.

"Seni mural dalam kondisi pandemi banyak kelebihan di seni mural ini banyak di Cafe yang membutuhkan keahlian para perupa atau mural ini termasuk di hotel tempat hiburan. Di kendaraan truk itu juga mural juga kan ada nilai ekonomis juga,” jelasnya.

Mural Sebagai Bentuk Ekspresi Seni

Lomba mural diadakan Polda Kaltim.
Lomba mural diadakan Polda Kaltim.

Dikatakannya bahwa dalam mural merupakan bentuk ekspresi dapat disalurkan baik kritik maupun pendapat dalam bentuk gambar.

"Bentuk sosialisasi Polisi tidak boleh anti kritik kita terima semua masukan saran, kita melihat kritik itu obat memang rasanya pahit tapi bisa menyembuhkan jadi kritik kita terima sebagai masukan agar Polri jauh lebih baik,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel