Red Bull Basketball Championship 2022 Jadi Batu Loncatan Pemain Muda Menuju Dunia Basket Profesional

Bola.com, Jakarta - Red Bull Basketball Championship 2022 telah memasuki fase grand final. Partai puncak bakal berlangsung di GOR Bulungan, Jakarta pada 10 dan 11 September 2022.

Red Bull Basketball Championship 2022 merupakan turnamen antar SMA/sederajat dan berlangsung di enam kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Pekanbaru.

Bergulir sejak 23 Juli 2022, sudah ada enam tim terbaik SMA dari kota-kota tersebut yang berhak tampil pada grand final.

Keenam tim itu adalah SMAN 116 Jakarta, SMA Trinitas Bandung, SMA Olifant Yogyakarta, SAMN 2 Surabaya, SMA Methodist 2 Medan, dan terakhir SMAN 1 Pekanbaru.

Nantinya keenam tim tersebut bakal bertarung pada partai grand final Red Bull Basketball Championship 2022 untuk memperebutkan trofi Piala Menpora.

Batu Loncatan

Chief Marketing Officer PT Asia Health Energi Beverages, Ricky Suhendar, menyebut Red Bull Basketball Championship 2022 sebagai batu loncatan untuk menjalani karier di dunia basket profesional.

Apalagi, ajang tersebut bakal ditonton sejumlah pemandu bakat dari tim-tim IBL dan juga Perbasi untuk melakukan seleksi.

"Ajang ini menjadi wadah bagi seluruh generasi muda, terutama pelajar tingkat SMA untuk menjukkan bakatnya dan juga berprestasi," ujar Ricky.

"Kami memberikan kesempatan kepada Perbasi, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta yang lainnya untuk melihat ada banyak potensi pemain-pemain muda berbakat di Indonesia," lanjutnya.

"Tentunya ini menjadi kesempatan besar buat para atlet untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya agar dilirik klub-klub IBL, atau klub profesional lainnya," jelas Ricky Suhendar.

Terintegrasi dengan FIBA

Ricky Suhendar juga menyebut Red Bull Basketball Championship 2022 telah terintegrasi dengan FIBA (Federasi Basket Dunia). Jadi nantinya, perolehan poin dari para pemain bisa digunakan para pencari bakat untuk memantau pemain potensial.

"Redbull Basketball Championship ini sudah terintegrasi dengan FIBA, itu artinya sistem poin dan skor poin dari kompetisi ini sudah terintegrasi dan memantau bakat-bakat muda yang ikut bertanding."

"Diharapkan hal itu menjadi panduan untuk memilih bibit baru pebasket nasional yang akan dipilih Kemenpora atau juga diseleksi oleh Perbasi," tutur Ricky.

Tetap Utamakan Provinsi dan Timnas Indonesia

Sementara itu, Ketua Perbasi Jakarta, Lexyndo Hakim, berharap para atlet-atlet muda di ajang ini tak cepat berpuas diri. Lexyndo juga meminta para pemain lebih mengutamakan kepintingan provinsi dan Timnas Indonesia, dibandingkan klub.

"Bilamana teman-teman atlet mendapat panggilan untuk membela provinsi atau Timnas Indonesia, saya rasa harus hal itu yang lebih didahulukan, membela timnas, provinsi, baru membela sekolah atau kampus," kata Lexyndo.

"Hal-hal seperti itu yang harus diprioritaskan, karena saya meihat belakangan ini ada beberapa teman-teman atlet yang masih ragu ketika mendapat panggilan membela provinsi, ragu ketika membela timnas, karena ada event-event yang selama ini cukup menarik dan menjanjikan," sambungnya.