Red Bull Belum Cari Pengganti Aston Martin

Jonathan Noble
·Bacaan 1 menit

Lawrence Stroll mengakuisisi 16,7 persen saham Aston Martin, Januari silam. Ia berniat mengemas ulang tim Formula 1 miliknya, Racing Point, dengan nama pabrikan kendaraan jalanan asal Inggris tersebut.

Ayah pembalap Racing Point, Lance Stroll, tersebut kabarnya juga ingin memutuskan kerja sama sponsor dengan Red Bull.

Mengomentari keputusan pemilik baru Aston Martin, prinsipal Red Bull Christian Horner hanya bisa pasrah dan mengisyaratkan belum mencari sponsor titel baru. Namun, ia terbuka untuk tawaran kerja sama sponsor dengan format lain.

Baca Juga:

Pembekuan Mesin Bisa Bantu Red Bull Jaga Momentum Red Bull Pernah Dibuat Pusing Pakai Tiga Pembalap

“Kami tidak punya sponsor titel untuk menggantikan Aston Martin tahun depan. Namun, kami akan memiliki sponsor baru lain yang diperkenalkan tahun depan,” ujarnya.

“Aston Martin pastinya tidak akan ada di mobil kami. Kami menikmati kolaborasi empat tahun, tiga tahun sebagai titel dan empat tahun dengan mereka di mobil. Kami membantu mendorong merek, dan kami menikmati kerja sama yang baik dengan Valkyrie.

“Kesepakatan kami dibuat di bawah CEO sebelumnya, Andy Palmer, yang selalu mendukung tim. Dan dengan Lawrence membeli bisnisnya, wajar kalau mereka keluar. Kami akan menunggu melihat nama Aston Martin berkibar di F1 musim depan.”

Meski kesepakatan sponsor berakhir, Red Bull akan melanjutkan perannya dalam proyek Valkyrie bersama Aston Martin, dengan mobil diluncurkan pada 2021.

“Mobil sudah berjalan, dan kami melakukan semua pengujian. Tentu hubungan terjalin hingga semua mobil diselesaikan melalui Red Bull Advance Technologies,” tuturnya.

Sebagai sponsor titel, logo Aston Martin tertempel di beberapa tempat pada permukaan mobil F1 Red Bull, termasung wing belakang, serta pakaian balap.

Sebelumnya, pada 2013 hingga 2015, mereka terikat kerja sama sponsor titel dengan produsen mobil Infiniti.