Red Bull: Jarak Kvyat dengan Gasly Terlalu Jauh

Kolláth Benjamin
·Bacaan 1 menit

Daniil Kvyat harus menerima kenyataan bahwa GP Abu Dhabi menjadi balapan terakhirnya di Formula 1. Ia akan mengambil "cuti panjang" pada 2021.

Kvyat tak bisa mempertahankan kursinya di Formula 1, lantaran kalah saing dengan pembalap asal Jepang, Yuki Tsunoda. Ini menjadi kali kedua pembalap Rusia itu terdepak dari Red Bull.

Walaupun sudah diprediksi akan gagal mempertahankan kursinya, tak sedikit yang bertanya-tanya alasan sebenarnya dibalik keputusan Red Bull terkait Daniil Kvyat.

Daniil Kvyat, AlphaTauri AT01

Daniil Kvyat, AlphaTauri AT01<span class="copyright">Zak Mauger / Motorsport Images</span>
Daniil Kvyat, AlphaTauri AT01Zak Mauger / Motorsport Images

Zak Mauger / Motorsport Images

Jika melihat statistik Daniil Kvyat dan membandingkannya dengan Pierre Gasly, Helmut Marko ada benarnya juga.

Musim 2020, pada sesi kualifikasi, Pierre Gasly selalu mengungguli pembalap 26 tahun itu sebanyak 13 kali. Sementara Kvyat hanya empat kali unggul di kualifikasi.

Sementara itu, Gasly sembilan kali finis di depan Kvyat saat balapan. Musim ini, pembalap kelahiran Ufa, Rusia, itu sama sekali tidak mendapatkan podium, berbanding terbalik dengan rekannya yang sukses mencatatkan kemenangan di GP Italia.

Pada klasemen akhir pembalap, Kvyat harus puas berada di peringkat ke-14 dengan 32 poin, sementara Gasly ada di peringkat kesepuluh dengan koleksi 75 poinnya.