Red Bull Tak Pernah Lirik Dua Pembalap Ini

Christian Nimmervoll
·Bacaan 4 menit

Atensi kepada Russell melesat usai tampil gemilang selama sesi kualifikasi di GP Sakhir bersama Mercedes-AMG Petronas. Sejak saat itu, muncul spekulasi kalau pembalap Inggris tersebut akan berganti kursi ke Mercedes atau Red Bull Racing.

Dalam wawancara motorsport.com dan Formel1.de, penasihat Red Bull, Helmut Marko, mengungkapkan tidak pernah menghubungi Russell. Pria 77 tahun tersebut juga membahas tentang Sebastian Vettel.

Apakah Sebastian Vettel ide yang layak tahun ini?

Tidak. Ketika kami memutuskan untuk mengganti Albon, Vettel tidak tersedia.

Anda adalah mentor Vettel, salah satu yang Anda temukan. Foto di podium GP Abu Dhabi 2010 sangat legendaris. Anda kenal baik dengannya. Apa dia lupa cara mengemudi mobil?

Saya pikir itu adalah ketidakpastian yang dimulai di mata saya dengan insiden di Hockenheim 2018, ketika memimpin. Saat itu, Maurizio Arrivabene masih jadi bos tim. Sejak saat itu, hubungan dengan Ferrari menurun.

Seberapa jauh, secara material dia dirugikan, saya tidak bisa bilang. Tapi Anda harus mengatakan kalau dia membuat terlalu banyak kesalahan sendiri. Dengan insiden, ketidakpastian muncul dan tidak mengemudi dengan tingkat Vettel.

Anda yakin bahwa dia bisa kembali mengendalikan dirinya lagi dan jadi musuh?

Saya berharap untuknya.

Di Bahrain, George Russell tampil impresif bersama Mercedes. Apakah Anda tidak berpikir meneleponnya untuk mengetahui situasi kontrak?

Tidak. Dia punya kontrak 10 tahun dengan Toto Wolff. Dia seorang Mercedes Junior. Kami mencari solusi pengganti satu tahun. Sergio Perez opsi paling bagus.

Klein, aber oho: Auf Yuki Tsunoda hält Helmut Marko große Stücke

Klein, aber oho: Auf Yuki Tsunoda hält Helmut Marko große Stücke<span class="copyright">Motorsport Images</span>
Klein, aber oho: Auf Yuki Tsunoda hält Helmut Marko große StückeMotorsport Images

Motorsport Images

Saya baru-baru ini bertanya kepada Daniel Ricciardo, apa nasihatnya untuk Sergio Perez tentang bagaimana menghadapi Anda. Jawabannya adalah dia dulu muak ketika Anda audisi, tapi Anda menjadi lebih lembut seiring berjalannya waktu. Anda merasa lebih lunak sejalan dengan usia?

Kalau Anda ingin berkata seperti itu! Kami sekarang tim yang mapan. Kami tidak lagi harus bertindak secara konsisten, tapi juga harus memastikan atmosfer tepat.

Di titik tertentu, Ricciardo datang dengan managernya, yang kemudian berpisah dengannya, dengan banyak uang harus dibayarkan kepadanya. Saya memprediksi semua itu. Saya kurang lebih menolak bernegosiasi dengan manajer ini, tapi saya memilih melakukannya dengan Ricciardo. Kadang itu mengakibatkan situasi tegang. Tapi pada dasarnya, ada hubungan yang sangat baik.

(Sebelum wawancara kami dengan Marko, kami bertanya kepada Daniel Ricciardo soal mantan bosnya. ‘Helmut menjadi lebih lembut beberapa tahun ini. Mungkin karena saya dulu jauh lebih muda, tapi saya harus akui ketika berbicara secara pribadi, saya selalu muak pada awalnya! Tapi saya rasa dia lebih baik sekarang daripada dulu.’

Pembalap Australia meringis ketika bicara soal ‘Doktor’, panggilan hormat penulis kepada Marko karena ia merupakan pengacara terlatih. Saat berurusan dengan Marko, Ricciardo menyarankan Sergio Perez, ‘Kadang beri dia dorongan kuat dan lihat bagaimana reaksinya!’.

Sind immer noch befreundet: Daniel Ricciardo und Helmut Marko

Sind immer noch befreundet: Daniel Ricciardo und Helmut Marko<span class="copyright">LAT</span>
Sind immer noch befreundet: Daniel Ricciardo und Helmut MarkoLAT

LAT

Kita hampir mendekati akhir. Apa yang ingin Anda katakan?

Apa yang dicapai Formula 1 tahun ini sangat hebat. 17 balapan dalam berapa bulan?

Saya selalu katakan, ‘pekerjaan setahun dipadatkan jadi setengah tahun…’

Untuk menyelesaikan kejuaraan ini dengan disiplin luar biasa dan organisasi tidak mudah dan saya ditanya banyak orang.

Saya juga ingin mengatakan, orang-orang yang mengaspal di Istanbul pantas diberi medali@ Saya tak tahu bagaimana pembalap terbaik di dunia mengatakan itu tak bisa mengemudi di sana. Itu gambaran yang sensasional. Itu sama untuk semuanya. Di aspal yang licin, seorang Williams tidak tergelincir lebih dari Mercedes karena grip tidak ada di sana.

Atau trek seperti Mugello atau Portimao. Itu lebih sesuai dengan balapan, sebagai fan atau saya menilai itu pantas.

Istanbul sangat menghibur. Di sisi lain, bukan Formula 1 juga kalau pembalap terbaik di dunia menyelinap lewat sudut terakhir pada kecepatan 30 km/jam…

Pertama, para pembalap dapat bayaran cukup untuk menahan itu. Kedua, itu sama seperti setiap orang.

Kami pecundang besar di Istanbul. Kami mendominasi setiap sesi, Q1, Q2. Ada sebuah tim yang mengoptimalkan tekanan udara dan mereka menggebrak di pole position. Untuk Max Verstappen, itu hanya balapan tahun ini di mana dia kehilangan kesabaran.

Selain itu, kami biasanya juara dunia pit stop. Tapi pada pit stop penting, iti tidak berlaku karena ada tiga mekanik tak ada di sana karena corona. Penggantinya tak melakukan hal tepat dalam satu milidetik. Alih-alih 1,8, pit stop memakan waktu 3,7 detik, sejauh yang saya ingat. Hasilnya, dia ada di belakang Perez.

Tapi itu tidak ada hubungannya dengan trek atau grip. Itu berhubungan dengan kesalahan kami dan Verstappen. Kesalahan terjadi dengan pengaturan pada sayap depan tidak menentukan, menurut pendapat saya. Kalau Max keluar di depan Perez, dia akan menang balapan meski dengan sayap depan separuh.

Kami sebagai perusahaan media juga berutang terima kasih kepada Red Bull karena dapat memulai musim di Red Bull Ring. Itu domino pertama yang menggerakkan musim. Bagaimana pentingnya pembuka musim untuk Formula 1 2020?

Saya kira kami punya cetak biru untuk semua yang datang. Kami menawari Liberty sebuah paket yang sangat mungkin bekerja secara teknis saat corona.

Proyek Spielberg mengorganisir itu, tapi itu juga berhubungan dengan pengalaman Red Bull Leipzig. Itu kombinasi potensi event Red Bull dan kekayaan pengalaman dan trek balapan hebat yang sangat mudah dan jelas di lockdown karena kondisinya.

Dengan materi dari ServusTV (Leo Neumayr).