Red Hat gandeng Ingram Micro distribusi layanan "open source"

Red Hat menjalin kerja sama dengan PT Ingram Micro Indonesia dalam penyediaan solusi "open source" di Indonesia, sekaligus memperluas pasar bisnis agar dapat meraih pelanggan yang lebih banyak di masa depan.

PT Ingram Micro Indonesia akan mendistribusikan rangkaian lengkap yang meliputi infrastruktur, integrasi, cloud, pengembangan aplikasi dan automation, serta manajemen. Tentunya dengan fokus pada rangkaian Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Ansible Automation dan Red Hat OpenShift di Indonesia.

“Jadi bapak-bapak ibu-ibu hadirin menjadi para saksi semua akad pernikahannya antara PT Ingram Micro dengan Red Hat. Dan juga memberikan sedikit konteks bahwa bukan cuma di Indonesia saja tapi juga di ASEAN, kata Managing Director PT Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi saat pidato pembukaan acara di Jakarta,” pada Rabu.

Baca juga: Red Hat tunjuk pimpinan baru di Asia Pasifik dan Amerika Utara

Mulia Dewi mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dapat menambahkan produk dan solusi yang dikembangkan Red Hat ke dalam jajaran solusi enterprise. Melalui kerja sama dengan Red Hat, PT Ingram Micro Indonesia berkomitmen menghadirkan teknologi inovatif dan solusi pelanggan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia

“Ini memungkinkan kami untuk menyediakan lebih banyak solusi end-to-end dengan nilai tambah yang lebih besar bagi para mitra dan pelanggan kami,” terangnya.

Red Hat merupakan penyedia solusi open source terkemuka yang menyediakan serangkaian lengkap produk mulai dari sistem operasi, perangkat perantara hingga infrastruktur cloud. Red Hat juga berkolaborasi dengan berbagai rekanan inovatif di bidang perangkat keras, perangkat lunak, cloud dan solusi bisnis.

Red Hat berkomitmen menawarkan pilihan solusi enterprise open source yang lengkap kepada berbagai perusahaan dan kunci membangun itu semua dari ekosistem mitra yang kuat. Bersama dengan Ingram, Red Hat bertujuan membantu pelanggan mengembangkan aplikasi berbasis teknologi open source yang memiliki performa tinggi.

“Anda dapat melihat dunia bergerak begitu cepat. Kalau kita balik 10 tahun yang lalu kita harus in house (semua sendiri) enggak keburu jadi kenapa ekosistem penting, partner penting,” katanya.

Country Manager Red Hat Indonesia, Vonny Tjiu menyambut baik perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sedang bergerak dengan cepat dalam merespon berbagai permintaan baru bagi pelanggan. Red Hat berkomitmen menawarkan pilihan solusi enterprise open source yang lebih lengkap kepada berbagai perusahaan

“Namun dengan kemitraan yang kita lakukan dengan Ingram serta memanfaatkan partner ekosistemnya Ingram, maka ribuan pelanggan dapat kami capai,” kata Vonny Tjiu.

Salah satu model bisnisnya Red Hat yang berbasis open source, pelanggan akan mendapatkan semua fasilitas. Tapi yang Red Hat sediakan adalah ekosistem dan keamanan. Sehingga perusahaan yang menjadi pelanggan Red Hat dapat memilih untuk mendapatkan semua ekosistem dengan dukungan perlindungan keamanan yang menjadi salah satu proposisi nilai Red Hat.

Di sisi lain, PT Ingram Micro Indonesia membantu dunia usaha untuk memaksimalkan nilai dari teknologi yang di buat, di jual atau di gunakan. Dengan infrastruktur global yang luas dan fokus pada cloud, mobilitas, daur hidup teknologi, rantai pasokan dan solusi teknologi, Ingram membantu mitra bisnisnya untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien. Fokus bisnis Ingram meliputi 4 pilar transformasi yaitu digital, workforce, IT dan cyber security transformation.


Baca juga: Riset: Merek kecantikan lokal kuasai pasar e-dagang Indonesia

Baca juga: Pegadaian, BTPN Syariah raih penghargaan bidang transformasi digital

Baca juga: Red Hat APAC Innovation Awards beri penghargaan 2 perusahaan Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel