Redam Ricuh Pabrik iPhone di China, Foxconn Tawarkan Insentif Rp 21 Juta ke Buruh

Merdeka.com - Merdeka.com - Demi meredam ricuh yang terjadi di pabrik buatan Apple, Foxconn, perusahaan menawarkan pembayaran kepada setiap pekerja yang memilih untuk keluar dari perusahaan sebesar 10.000 yuan atau Rp 21 juta. Setelah itu, para pekerja harus menghormati perjanjian syarat pembayaran.

Dalam video yang didapatkan Financial Times, Jumat (25/11), manajemen Foxconn memohon seluruh pekerja untuk kembali ke asrama mereka. Langkah tersebut tampaknya membantu meredam situasi tegang di pabrik iPhone di Zhengzhou, China.

Pembayaran yang dimaksudkan adalah untuk menutupi kekurangan gaji yang dibayarkan Foxconn kepada pekerjanya. Mereka yang mengambil kesepakatan akan menerima dua kali pembayaran. Pertama sebesar 8.000 yuan atau Rp 17 jutaan saat mengajukan pengunduran diri dan sisanya 2.000 yuan atau Rp 4 jutaan setelah mereka keluar.

"Kami senang," kata seorang pekerja.

Protes itu meletus di pabrik terbesar iPhone atas bonus yang dijanjikan perusahaan kepada pekerja. Foxconn meminta maaf atas miskomunikasi, berjanji akan menghormati komitmennya.

"Tim kami telah menyelidiki masalah ini dan menemukan kesalahan teknis yang terjadi selama proses onboarding," kata Foxconn dalam sebuah pernyataan.

"Kami mohon maaf atas kesalahan input dalam sistem komputer dan menjamin bahwa gaji sebenarnya sama dengan yang disepakati dalam perekrutan resmi," tambah Foxconn.

Apple mengatakan memiliki anggota tim di lapangan di pabrik iPhone. "Kami sedang meninjau situasi dan bekerja sama dengan Foxconn untuk memastikan kekhawatiran karyawan mereka ditangani," kata perusahaan itu. [faz]