Referensi adalah Sumber Acuan, Kenali Jenis, Tujuan, dan Sumbernya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Referensi adalah suatu informasi yang bisa dijadikan sebagai rujukan atau petunjuk dalam mempertegas pernyataan. Referensi sangat berguna saat kamu menyampaikan sesuatu agar orang lain semakin yakin dengan kebenaran perkataanmu.

Penggunaan referensi bisa kamu lihat dari berbagai contoh, seperti dalam karya tulis ataupun dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Pada umumnya, seseorang menyampaikan referensi pastinya memiliki tujuan yang hendak dicapai saat ingin mempertegas penyataannya kepada orang lain.

Referensi adalah sesuatu yang digunakan pemberi informasi untuk menguatkan pernyataannya. Mungkin kamu sering kali melihat referensi pada karya tulis, seperti skripsi, jurnal, buku, dan lain sebagainya. Dalam menyampaikan pendapat juga perlu menggunakan referensi, karena jika kamu tidak memiliki referensi yang jelas atau kurang kuat, orang-orang tidak akan memercayai kamu.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (5/4/2021) tentang referensi adalah.

Referensi adalah

Ilustrasi referensi (sumber: unsplash)
Ilustrasi referensi (sumber: unsplash)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, referensi adalah sumber acuan (rujukan, petunjuk). Kamu bisa memaknai referensi adalah informasi yang dijadikan sebagai sumber acuan, rujukan, atau petunjuk untuk mempertegas suatu pernyataan.

Secara etimologi, istilah “referensi” berasal dari bahasa Inggris, yaitu “refer to” yang artinya “mengacu pada” atau “merujuk pada” sesuatu atau pernyataan seseorang. Sehingga, referensi dapat diartikan sebagai sebuah rujukan yang menggambarkan informasi dari sumber terkait.

Referensi adalah sesuatu yang digunakan pemberi informasi untuk mendukung atau memperkuat pernyataannya.

Jenis Referensi

Setelah memahami referensi adalah sumber acuan untuk mempertegas pernyataan, kamu juga perlu mengenali jeni-jenis referensi. Referensi pada umumnya bisa dilihat dalam bentuk faktual ataupun non-faktual.

Referensi faktual umumnya dalam bentuk objek faktual, statistik, kesaksian, dan lainnya. Sementara itu, referensi non-faktual umumnya berbentuk cerita, hipotesis, kutipan sastra, dan analogi.

Tujuan Membuat Referensi

Ilustrasi referensi. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi referensi. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, referensi adalah bagian yang sangan penting dalam sebuah karya. Oleh karena itu, pembuatan referensi tentunya memiliki tujuan tersendiri.

Tujuan membuat referensi adalah sebagai berikut:

Memperkuat Pernyataan

Referensi adalah sumber acuan untuk memperkuat suatu pernyataan atau argumen. Suatu informasi yang disampaikan, baik melalui pernyataan secara lisan maupun tulisan, tentu membutuhkan rujukan tertentu agar lebih kuat dan membuat orang percaya. Dengan adanya referensi, maka suatu pernyataan atau argumentasi memiliki landasan dan dasar yang kuat sehingga dapat dianggap sebagai pernyataan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Menghindari Plagiarisme

Tujuan membuat referensi selanjutnya adalah menghindari plagiarisme. Referensi adalah sumber informasi, maka dari itu setiap karya seseorang (jurnal, penelitian, dan lainnya) merupakan hak kekayaan intelektual dari penulis tersebut. Saat seseorang menggunakan informasi dari hasil karya orang lain, maka Ia harus mencantumkan sumber rujukan tulisannya tersebut agar tidak dianggap sebagai plagiat.

Bentuk Penghargaan pada Karya Orang Lain

Sumber referensi memiliki guna yang sangat banyak dan lama untuk kehidupan. Para penulis dan peneliti telah menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga dalam membuat sebuah karya untuk menguatkan sebuah informasi menjadi suatu hal yang valid di mata masyarakat. Oleh karena itu, sudah sepantasnya pihak-pihak yang menggunakan hasil karya orang lain menjelaskan dari mana sumber rujukan sebagai bentuk penghargaan.

Menambah Wawasan Pembaca

Tujuan lain menambahkan referensi di dalam tulisan adalah untuk memberikan informasi lebih dalam kepada pembaca mengenai suatu topik. Dengan adanya referensi, maka pembaca dapat menggali informasi lebih jauh mengenai topik yang dibahas.

Sumber dari Referensi

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

Referensi dibuat dari sumber-sumber terpercaya dan valid agar pembaca dapat mempertanggungjawabkan informasi yang akan mereka sampaikan. Referensi akan mengacu kepada sumber-sumber yang dianggap valid dan dapat dipercaya keasliannya.

Beberapa sumber referensi adalah sebagai berikut:

1. Buku. Referensi tidak akan terlepas dari yang namanya buku. Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang berisi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, atau tempelan. Informasi di dalam buku dapat dijadikan sumber referensi dalam membuat sebuah karya tulis atau karya ilmiah. Buku adalah sumber tertulis yang sangat cocok dijadikan sumber referensi karena telah mencakup banyak informasi yang ingin dicari dan tentunya akan memperkuat pernyataan kamu.

2. Jurnal. Jurnal adalah tulisan khusus yang memuat artikel tentang bidang ilmu tertentu, yang ditulis oleh seseorang yang kompeten di bidang ilmu tersebut. Jurnal hasil karya seseorang dapat dijadikan referensi, baik itu jurnal cetak maupun jurnal online.

3. Surat Kabar atau Majalah. Surat kabar atau majalah merupakan salah satu media informasi yang berisi artikel berita, gambar, opini, cerita, dan informasi lainnya. Surat kabar atau majalah bisa dijadikan referensi tulisan, namun agak jarang digunakan karena cukup sulit untuk menemukan konsep atau ide utama dalam tulisannya.

4. Internet. Ada banyak sekali website di internet yang memuat berbagai informasi, baik untuk keperluan penelitian maupun untuk keperluan lainnya. Tidak adanya batasan dalam mencari hal apapun di dalam internet menjadikan hal ini dianggap lebih praktis dan efisien dibandingkan dengan mengumpulkan sumber tertulis lainnya. Namun, tentu saja hanya website-website yang memiliki integritas baik yang dapat dijadikan sumber rujukan.