Referensi Memilih Burung Berdasarkan Daerah Asal

Ghiboo.com - Saat kita hendak membeli burung peliharaan, ada beberapa pertimbangan dalam memilih burung. Selain melihat kondisi kesehatan atau fisik burung, kita juga bisa memilih burung berdasarkan daerah asal burung tersebut.


Daerah asal burung biasanya memengaruhi kualitas burung tersebut. Berikut ini beberapa referensi burung menurut daerahnya masing-masing:

  • Murai Batu

Murai Batu semua wilayah Sumatera maupun Kalimantan, ada yang memiliki volume suara yang dahsyat dan ada juga yang bersuara tipis. Hanya saja untuk pencinta burung di wilayah Jawa dan Sumatera, Murai Batu asal Kalimantan dan pesisiran Sumatera kurang disukai, apalagi jika untuk dilombakan karena penilaiannya 'kurang'.

  • Anis Merah

Anis Merah Bali paling populer dibanding Anis Merah Tasik (Jawa Barat), Pacitan, Sleman atau lereng merapi dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan, populasi Anis Merah Bali adalah yang terbanyak di alamnya dan banyak dipelihara di rumah, sehingga jumlah mereka sangat dominan di arena lomba. So, kemungkinan besar jawara-jawara lomba adalah Anis Merah asal Bali.

  • Anis Kembang

Anis Kembang semua wilayah Indonesia ada yang bermental bagus, ada juga yang tidak memiliki mental bagus. Dalam hal kicauan ada burung yang memiliki volume suara yang dahsyat dan ada juga yang bersuara tipis. Untuk memilih Anis Kembang, pilihlah dari penangkaran yang sudah dikenal menghasilkan burung-burung jawara karena burung-burung tersebut pasti induknya adalah burung pilihan.

  • Branjangan

Secara umum ada perbedaan volume suara antara Branjangan Jawa dengan Branjangan dari daerah lain. Branjangan Jawa volume suaranya relatif lebih keras. Branjangan dari daerah Srikayangan, Wates, dikenal memiliki jambul yang lebih tegak dibanding Branjangan dari daerah lain. Bulunya pun relatif lebih merah dan lebih bersih. Meski demikian, tidak semua Branjangan yang hidup di habitat Wates adalah branjangan Srikayangan sebab ada juga branjangan Wates yang hampir sama penampilannya dengan branjangan dari Sragen, Pati dan wilayah Jawa lainnya.

  • Cucak Ijo

Cucak ijo Sumatera, Kalimantan dan Jawa ada yang bermental bagus, memiliki volume suara dahsyat dan ada juga yang bersuara tipis. Secara fisik, Cucak Ijo Jawa relatif lebih besar dari Cucak Ijo yang berasal dari pulau Lai. Cucak Ijo Banyuwangi dan Jember bagian timur dikenal memiliki tubuh yang besar daripada Cucak Ijo dari daerah Jawa lainnya, terlebih daerah di luar Jawa.

  • Cucakrowo

Cucakrowo Sumatera dan Kalimantan ada yang bermental bagus, memiliki volume suara dahsyat dan ada juga yang bersuara tipis. Secara fisik, Cucakrowo Sumatera relatif lebih besar daripada Cucakrowo yang berasal dari pulau lain. Meski demikian, secara umum tubuh Cucakrowo Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia, memiliki tubuh bongsor seperti Cucakrowo Sumatera.

  • Cucak Jenggot dan Cucak Tembak

Cucak Jenggot Jawa lebih kecil ukurannya daripada Cucak Jenggot Sumatera tetapi suaranya dikenal lebih keras. Sedangkan untuk Cucak Tembak, habitat aslinya adalah Sumatera. Cucak Tembak yang terkenal bagus berasal dari daerah Lampung.

  • Kacer Hitam dan Sekoci

Kacer Hitam semua wilayah Indonesia ada yang bermental bagus, memiliki volume suara dahsyat dan ada juga yang bersuara tipis. Secara umum Kacer lebih keras suaranya dibanding sekoci. Namun umumnya Sekoci memiliki suara yang lebih indah, so di arena lomba Sekoci patut diperhitungkan.

  • Pentet

Pentet Madura lebih populer dibanding Pentet daerah lain, karena pada awalnya Pentet Madura yang banyak dibawa orang ke arena lomba, sehingga lebih dominan di arena lomba.

  • Sulingan atau Tledekan

Sulingan atau Tledekan dari wilayah Banjarnegara, Purbalingga dan sekitarnya, secara karakter suara dan volume suara terkenal lebih bagus dibanding daerah lain.



(Berbagai sumber)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.