Refleksi Setahun Pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang

Syahdan Nurdin, FanyRachmawati
·Bacaan 4 menit

VIVA – Tidak terasa, pandemi Covid-19 genap satu tahun melanda Indonesia. Di Kabupaten Magelang, kasus pertama Covid-19 ditemukan pada 15 Maret 2020. Yang bersangkutan sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dinas dari Singapura, Malaysia dan Vietnam.

Selanjutnya upaya tracing mulai dilakukan hingga sampai saat ini jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Magelang berjumlah 8.836. Rinciannya, 138 dalam penyembuhan, 8.442 sembuh dan 256 meninggal, data Minggu (21/3/2021) dari www.infocorona.magelangkab.go.id.

Bupati Magelang Zaenal Arifin melakukan berbagai upaya preventif seperti penyemprotan disinfektan secara massal dengan melibatkan lintas sektor, menutup sementara objek-objek wisata, meliburkan anak-anak sekolah, mengimbau masyarakat tinggal di rumah, pengecekan suhu tubuh bagi ASN atau semua orang yang akan memasuki komplek Setda Magelang.

Bupati juga memerintahkan untuk menghentikan, menunda atau membatasi semua aktivitas penyelenggaraan acara yang mengumpulkan banyak orang sampai batas waktu permasalahan COVID-19 mereda atau dinyatakan aman oleh Pemerintah.

Bupati Magelang menetapkan kejadian bencana non-alam berupa Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayahnya sebagai masa tanggap darurat bencana mulai 16 Maret 2020. Bupati memerintahkan semua pemangku kepentingan agar mengerahkan semua potensi sumber daya yang ada dalam rangka penanganan Covid-19. Bupati Zaenal juga memantau langsung kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani pasien Covid-19.

Wakil Bupati Magelang Edy Cahyana menambahkan, gencarnya pemberitaan terkait virus Corona di media sosial sangat luar biasa ini justru bisa menimbulkan ketakutan di masyarakat serta dapat berimbas di sektor-sektor lain.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak menyebarkan berita hoaks terkait dengan COVID-19 karena dapat memperkeruh suasana di masyarakat.

Guna menyediakan informasi yang akurat mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Magelang, pemda setempat menyiapkan berbagai kanal media. Di antaranya radio Gemilang 96,8 FM, media online www.beritamagelang.id, juga melalui akun-akun media sosial meliputi Instagram, Facebook, Twitter dan YouTube.

Melalui media sosial, Pemkab Magelang setiap harinya menayangkan infografis terbaru soal perkembangan kasus covid-19. Mulai dari jumlah pasien suspek, pasien terkonfirmasi positif covid-19, pasien sembuh dan yang meninggal.

Selain itu Pemkab Magelang juga membuat konten-konten edukatif soal Covid-19 yang dikemas menarik dan up to date dengan perkembangan isu tersebut dalam bentuk infografis, video, dan motion graphic. Dalam hal ini anak-anak muda juga diharapkan melek informasi soal covid-19 sehingga bisa melanjutkan edukasi pada masyarakat lainnya.

Agar informasi yang diterima masyarakat betul-betul valid, Pemkab Magelang juga membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan menunjuk Asisten Pemerintahan dan Kesra Nanda Cahyadi Pribadi sebagai Juru Bicara.

Selanjutnya Pemkab Magelang rutin menyelenggarakan Konferensi Pers setiap satu minggu sekali. Demi menerapkan protokol kesehatan, penyelenggaraan konferensi pers juga disiarkan langsung melalui instagram dan youtube Dinas Kominfo Kabupaten Magelang.

Dalam setiap penyelenggaraan konferensi pers, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Magelang, mulai dari jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19, pasien suspek, hingga jumlah pasien sembuh dan yang meninggal setiap harinya.

Tidak sendiri, dalam setiap konferensi pers juga dihadirkan narasumber lainnya dari OPD terkait.

Bukan tanpa alasan Pemkab Magelang memilih konferensi pers sebagai salah satu bentuk media penyampaian informasi pada masyarakat. Adanya pandemi covid-19 ini benar-benar menyedot perhatian semua kalangan. Hampir setiap hari wartawan mencari informasi soal covid-19 di Kabupaten Magelang.

Sehingga melalui konferensi pers diharapkan bisa memberikan informasi yang valid dan komprehensif pada pers dan masyarakat. Apalagi juga ditunjang dengan siaran live melalui kanal media sosial milik Pemkab Magelang. Jadi, tidak hanya wartawan yang bisa mengakses informasi soal covid-19 langsung dari pemerintah setempat, masyarakat juga bisa menyimak langsung melalui tayangan live di media sosial.

Lewat konferensi pers, narasumber bisa menyampaikan informasi dan menjawab pertanyaan langsung secara live dan tuntas. Konferensi pers juga dinilai efektif karena bisa menarik perhatian banyak wartawan dalam satu waktu untuk menyiarkan suatu berita.

Mengutip dari media sosial instagram Ikatan Pranata Humas Indonesia @iprahumasindonesia, konferensi pers pertama kali diadakan pada 1913. Woodrow Wilson mengadakan konferensi pers pertama untuk gedung putih Amerika Serikat pada 15 Maret 1913.

Konferensi Pers pertama di Indonesia diselenggarakan pada 1945. Para pakar Hubungan Masyarakat (Humas) di Indonesia seperti Alwi Dahlan dan W. Noeradi sepakat bahwa mengumumkan kemerdekaan merupakan kegiatan konferensi pers yang bertujuan memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang baru merdeka dan juga untuk mendapatkan pengakuan internasional.

Wakil Presiden Moh Hatta mengadakan jumpa pers pertama dengan wartawan baik dalam maupun luar negeri dalam rangka Rakernas Pers Wapres Jakarta, 18 Oktober 1945. (indonesiapr.id/sejarah-ringkas-public-relations-di-indonesia)

Sudah lewat setahun pandemi covid-19 bergulir di Kabupaten Magelang. Saat ini konferensi pers juga masih rutin dilaksanakan tiap dua minggu sekali. Namun, informasinya kini berkembang tidak hanya seputar perkembangan kasus covid-19, juga dengan berita-berita lainnya di Kabupaten Magelang. (Fany Rachmawati, Pranata Humas, Dinas Kominfo Kabupaten Magelang)