Reformasi Birokrasi Pemda Dipercepat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian PAN dan RB menggelar sosialisasi bagi 33 pemerintah provinsi, 398 kabupaten, dan 93 kota di seluruh Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di daerah.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan workshop bimbingan teknis bagi tim pelaksana reformasi birokrasi pada 33 provinsi seluruh Indonesia.

Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga kota, yakni di Pekanbaru, Mataram, dan Makassar. Untuk regional I, sosialisasi diselenggarakan di Pekanbaru pada tanggal 27 Maret 2012 yang diikuti oleh seluruh provinsi, kabupaten, dan kota se Sumatera, Provinsi DKI Jakarta dan Banten. 

Sedangkan regional II, menurut rencana akan  dilaksanakan pada tanggal 10  13  April 2012 di Mataram. Pesertanya, seluruh provinsi, kabupaten, dan kota se Jawa, Bali, NTB, NTT dan Kalimantan. Sementara untuk regional III, akan diselenggarakan di Makassar  pada tanggal 25 - 27 April 2012, dengan peserta dari provinsi, kabupaten dan kota se Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Menteri PAN dan RB Azwar Abubakar selaku Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional (TRBN)  menjelaskan tentang kebijakan reformasi birokrasi. “Tahun 2012 ini akan ditetapkan 33 provinsi, 33 kabupaten dan 33 kota sebagai champion/pilot project reformasi birokrasi,” kata Azwar dalam keterangan pers, Selasa (27/3/2012).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dijadwalkan memberikan arahan mengenai reformasi birokrasi dalam kaitannya dengan otonomi daerah.  Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam negeri, dan Ketua Unit Pelaksana Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN).

“Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari para Sekretaris Daerah dan Kepala Bappeda,” ujar Deputi Program dan Reformasi Birokrasi Kementerian PAN dan RB Ismail Mohamad selaku Ketua Unit Pelaksana Reformasi Birokrasi Nasional (UPRBN)  Ismail Mohamad.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.