Regulator Minta Ant Ubah Model Bisnis, Saham Alibaba Kembali Menguat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Singapura - Saham Alibaba di Hong Kong melonjak hampir 4 persen pada pembukaan perdagangan Selasa,13 April 2021. Pada penutupan perdagangan, saham Alibaba naik 0,43 persen. Kenaikan tersebut menyusul keputusan regulator memerintahkan afiliasi teknologi keuangan raksasa e-commerce Ant Group untuk mengubah bisnisnya.

Di sisi lain, keputusan ini bersamaan dengan denda 18,23 miliar yuan (USD 2,78 miliar) yang diterima Alibaba sebagai hasil penyelidikan anti-monopoli oleh regulator.

"Menyusul keputusan dan hukuman yang dikenakan oleh investigasi anti-monopoli SAMR (Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar) BABA, kami pikir jalanan memiliki lebih banyak warna tentang pembaruan terbaru di Ant Group," kata analis Jefferies seperti dilansir dari CNBC, Selasa (13/4/2021).

Saham Alibaba yang terdaftar di Hong Kong terpantau diperdagangkan naik hampir 2 persen selama sesi hari ini. Namun, saham Alibaba yang terdaftar di AS ditutup naik lebih dari 9 persen pada Senin.

Alibaba, memiliki sekitar 33 persen saham di Ant Group, perusahaan yang menjalankan aplikasi pembayaran seluler Alipay yang sangat populer di China.

Pada November, regulator memaksa Ant Group untuk menangguhkan rencana penawaran umum perdana (IPO) senilai USD 34,5 miliar di Hong Kong dan Shanghai.

Pada Desember 2020, People’s Bank of China (PBOC) memerintahkan Ant Group untuk memperbaiki bisnisnya. Pada Senin, bank sentral China menguraikan detail konkret tentang apa yang perlu dilakukan perusahaan.

PBOC meminta Grup Ant untuk melakukan restrukturisasi menjadi perusahaan induk keuangan. Ant Group juga harus membuat lebih banyak pemisahan antara aplikasi pembayarannya Alipay dan produk kreditnya. Yu'e Bao, dana pasar uang Ant Group yang pernah menjadi yang terbesar di dunia, juga harus dikurangi ukurannya.

Kena Denda Rp 40,9 Triliun, Saham Alibaba Justru Menguat di Bursa Hong Kong

Ilustrasi: Alibaba (Sumber: Ubergizmo)
Ilustrasi: Alibaba (Sumber: Ubergizmo)

Sebelumnya, saham Alibaba di Hong Kong melonjak lebih dari 5 persen pada Senin (12/4/2021). Hal ini terjadi setelah Alibaba didenda USD 2,8 miliar atau sekitar Rp 40,93 triliun (asumsi kurs Rp 14.619 per dolar AS) oleh regulator China terkait penyelidikan anti-monopoli.

"Meskipun terdapat denda, kami pikir ini akan mengangkat beban besar pada BABA (Alibaba-red) dan mengalihkan fokus pasar kembali ke fundamental,” kata Morgan Stanley seperti dilansir CNBC, Senin,12 April 2021.

Sebelumnya, regulator China telah membuka penyelidikan anti-monopoli pada Alibaba sejak Desember 2020. Fokus utama dari hal ini adalah praktik yang memaksa pedagang untuk mencantumkan produk mereka dari dua platform e-niaga.

China’s State Administration for Market Regulation (SAMR) menyebut, praktik ini menghambat persaingan pasar ritel online di Negeri Tirai Bambu dan melanggar bisnis pedagang dan kepentingan yang sah dari konsumen.

Menanggapi hal tersebut, CEO Alibaba Daniel Zhang mengatakan, pihaknya tidak mengharapkan adanya dampak material pada perusahaan terkait perubahan pengaturan eksklusivitas yang terjadi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini