Rehabilitasi Hutan, KLHK Bangun Persemaian Seluas Enam Hektare di Banyuasin

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menandatangani nota kesepahaman untuk membangun Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seluas enam hektare lahan disiapkan yang berkapasitas 10 juta bibit per tahun.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan, program yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini rencananya secara total akan membangun sebanyak 30 unit pusat persemaian serupa di seluruh Indonesia. Pembangunan persemaian dengan skala besar pada setiap provinsi diarahkan untuk mendukung pemulihan ekosistem melalui rehabilitasi hutan dan lahan termasuk reklamasi areal/lahan bekas tambang. Selain itu juga berkaitan sangat erat dengan langkah-langkah Indonesia dalam merespons kondisi global.

"Pada konteks ini, Indonesia telah menegaskan agenda Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sebagai aksi mitigasi yang menunjukkan aksi iklim dalam pelaksanaan target kinerja melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan sistematis," ungkap Menteri Siti Nurbaya dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (6/9).

Pembangunan pusat persemaian ini merupakan kolaborasi tiga pihak yaitu KLHK, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Sinar Mas. Kolaborasi seperti ini tentu mempercepat tujuan utama inisiatif Jokowi agar pembangunan ekonomi semakin pesat sekaligus program reahabilitasi lingkungan juga terjaga dengan baik.

Managing Director APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata menjelaskan, bibit yang baik dan berkualitas adalah kunci dari keberhasilan penanaman sebuah pohon. Hingga saat ini, pihaknya telah mempelajari dan berpengalaman dalam mengembangkan maupun mengelola Pusat Nursery.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman tersebut, kami dapat memberikan nilai tambah dalam upaya mempercepat pencapaian target pemerintah dalam menghasilkan bibit tanaman hutan dataran rendah dan dataran tinggi, tanaman estetika serta jenis tanaman multipurpose tree species (MPTS) yang berupa tanaman buah-buahan, guna memenuhi alokasi pendistribusian yang tepat sasaran, dalam rangka memenuhi harapan pemerintah," ujarnya.

Untuk pembangunan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Sumsel, KLHK telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih enam ha di kawasan Kemampo, Banyuasin, Sumsel. Bibit yang akan diproduksi meliputi jenis tanaman endemik (kasturi, kapul, ramania, meranti, ulin, gaharu), tanaman estetika (ketapang kencana, pucuk merah, tabebuya, tanjung), dan tanaman penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu/HHBK (duku, durian, petai, jengkol, alpukat, sawo, kemiri, sirsak, dan lainnya).

"Ini bertujuan mengatasi krisis global termasuk dampak dari perubahan iklim, terancamnya keberlangsungan keanekaragaman hayati, pencemaran lingkungan serta peningkatan sirkuler ekonomi di Sumsel," pungkasnya. [cob]