rei brown tuangkan pengalaman xenophobia di album "Xeno"

Musisi Jepang yang berbasis di New York, rei brown, merilis album perdananya "Xeno".

Menampilkan lagu hasil kolaborasinya dengan Joji, "Thinking Bout You", album ini menjadi puncak dari perjalanan musik rei yang telah menghasilkan berbagai karya serta mengumpulkan jutaan stream dan basis penggemar yang terus berkembang di seluruh dunia termasuk Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini.

Baca juga: Rich Brian hadirkan single hits terbaru "New Tooth"

"Xeno" adalah eksplorasi jujur akan identitas queer rei yang dibungkus dengan nuansa fiksi ilmiah yang sinematik lewat 15 lagu. Di dunia inilah rei dapat memahami siapa dirinya yang sebenarnya, sambil mengajak para pendengarnya untuk masuk ke dunia yang ia ciptakan.

Pengalaman menghadapi xenophobia sepanjang hidupnya menjadi inspirasi rei untuk judul album ini. Ia mengklaim bahwa perbedaan merupakan sesuatu yang harusnya bisa dibanggakan dan dirayakan, bukannya sesuatu yang memalukan dan disembunyikan.

Baca juga: "California", lagu baru Rich Brian angkat kisah anak Indonesia di AS

“Aku rasa istilah Xeno sangat penting, itu sebabnya aku menamai album ini Xeno. Begitulah caraku berhubungan dengan dunia selama sebagian besar hidupku — sebagai orang asing . Lagu-lagu ini berbicara tentang metafora di mana saya merasa seperti alien," kata rei dalam siaran resmi, Senin.

"Aku pikir setiap orang dapat membuat Xeno sebagai apa pun yang mereka inginkan, atau sebagai pengalaman yang dapat dimengerti banyak orang dengan cara mereka masing-masing.”

Menampilkan vokal ringan khas rei di atas produksi musik yang kaya, "Xeno" merupakan hasil karya rei yang seolah sedang berada di atas awan dan sedang menghasilkan karya-karya terbaiknya. Menggali lebih dalam identitas queer rei, album ini merupakan proyek musik yang dibuat dengan jujur dan sepenuh hati. Bersamaan dengan perilisan albumnya, rei juga merilis video klip memukau untuk focus track terbaru dari album ini yang berjudul “Solar”.

rei brown adalah seorang musisi dan produser berdarah Jepang yang berbasis di New York dengan musiknya yang kental dengan nuansa indie-pop, elektronik alternatif, dan R&B lo-fi. Tumbuh di Kobe, Jepang, rei pindah ke Boston pada 2011 untuk mempelajari songwriting di Berklee College of Music. Setelah lulus dan pindah ke New York, ia merilis sejumlah lagu di Soundcloud sebelum akhirnya merilis EP perdananya "raybaboon" yang kemudian dilanjutkan dengan sejumlah single dan EP yang sukses mengumpulkan lebih dari 100 juta stream secara global.

Baca juga: 88rising akan gelar konser virtual "Asia Rising Forever"

Baca juga: Joji umumkan album baru lewat single "Gimme Love"

Baca juga: "Head in the Clouds" Jakarta ditunda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel