REI: Publik melihat ketika Covid berakhir harga properti akan melonjak

Ahmad Wijaya
·Bacaan 1 menit

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengungkapkan masyarakat melihat ketika pandemi Covid berakhir kemungkinan harga properti melonjak.

"Memang dari masyarakat sendiri melihatnya bahwa ketika pandemi Covid berakhir pasti akan terjadi lonjakan harga properti," ujar Paulus Totok dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, mengapa kemungkinan terjadi lonjakan harga? Karena sejak 2013 sampai hari ini relatif harga properti dalam kondisi stagnan.

Biasanya harga stagnan dalam sektor properti terjadi selama 2-3 tahun, namun sekarang terjadi dalam waktu 6-7 tahun.

Selain itu pelaku properti memperkirakan juga para investor asing yang sudah melakukan persiapan untuk membuka perumahan baru di Indonesia, contohnya di Tangerang Selatan, dengan demikian ini sangat optimistis dengan kondisi yang ada.

Menurut Ketua Umum REI tersebut, penjualan properti di kuartal II sempat mengalami penurunan namun pada kuartal III sudah mengalami peningkatan lagi.

Paulus Totok mencontohkan Summarecon melakukan penjualan tiga kluster perumahan langsung terjual habis dalam sehari. Kemudian Ciputra melakukan penjualan akhir-akhir ini sangat laku keras.

"Yang namanya pandemi pasti awal dan akhir, kita optimistis melalui pameran Property Fiesta Virtual Expo 2020 ini bahwa penjualannya akan luar biasa karena masyarakat sudah menilai sendiri inilah momentum yang tepat untuk membeli properti," katanya.

Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi triwulan III 2020 mencapai Rp209 triliun, tumbuh tipis 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp205,7 triliun.

BKPM mencatat lima sektor utama realisasi investasi pada triwulan III 2020 yakni transportasi, gudang dan telekomunikasi; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; listrik, gas dan air; konstruksi; perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

Baca juga: Asosiasi broker: Vaksin COVID-19 bisa naikkan harga properti
Baca juga: Asosiasi broker: Rumah tapak mendominasi pasar properti tahun ini