Rekaman Pertengkaran Rasti dan Eza Ada di YouTube  

TEMPO.CO, Jakarta - Rekaman percakapan yang diduga terjadi antara Ardina Rasti dan Eza Gionio tersebar di internet setelah diunggah ke situs YouTube oleh sebuah portal hiburan. Rekaman itu menguatkan tuduhan Rasti bahwa Eza sering melakukan kekerasan terhadap dirinya, ketika mereka berpacaran.

Menurut kuasa hukum Rasti, Aldi Firmansyah, rekaman itu sejatinya adalah barang bukti yang diserahkan pihaknya kepada penyidik yang terkait dengan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Eza .

»Kami menyerahkan iPhone milik Rasti sebagai barang bukti, dan penyidik juga sudah membuatkan berita acara penyitaan terhadap iPhone tersebut,” ujar Aldi, Rabu 23 Januari 2013.

Aldi membantah sengaja menyebarkan rekaman itu. »Saya justru baru tahu rekaman tersebut beredar, tadi pagi (Rabu 23 Januari 2012),” katanya. Eza sendiri sudah dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun pemain sinetron ini membantah menganiaya mantan kekasihnya itu.

Menurut informasi yang diberikan Aldi, rekaman percakapan tersebut total berdurasi 44 menit dan dibuat sekitar bulan Juni 2012 lalu. Saat itu, Rasti secara diam-diam merekam menggunakan telepon genggamnya untuk merekam percakapan antara dirinya dengan Eza. Hal ini sengaja dilakukan karena sebelumnya Eza sudah pernah melakukan kekerasan padanya.

Dalam rekaman tersebut terdengar percakapan antara seorang laki-laki --yang diduga Eza-- dan Rasti. Dalam percakapan tersebut, kedua pihak didalamnya saling terlibat cekcok panas. Beberapa kali intonasi suara dalam rekaman itu meninggi. Terdengar pula jeritan dan isak tangis seorang perempuan yang diduga Rasti. Rasti dikenal sebagai bintang film dan sinetron. Dia antara lain membintangi film Virgin.

IRCHAM M. AGANOVI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.