Rekan Kerja Terancam PHK, Karyawan Thiess Unjuk Rasa

TRIBUNNEWS.COM - SANGATTA - Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun dari DPC Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SP KEP) Kutim, awalnya pekerja Thiess melakukan aksi solidaritas dalam dua hari terakhir karena enam rekannya terancam di PHK oleh manajemen.

"Keenam pekerja tersebut merupakan pengurus SP yang tergabung dalam tim 13 yang berunding dalam perumusan PKB PT TCI Sangatta," kata Ketua DPC SPKEP Kutim, Basti SL, Jumat (17/2/2012) malam.

Setelah sempat dirumahkan dengan pembayaran gaji penuh, keenamnya sempat dijanjikan akan diajak berunding di Hotel Victoria Sangatta tanggal 28 Januari 2012. Namun perundingan batal.

Pembatalan ini berdampak pada munculnya aksi slowdown atau memperlambat aktivitas kerja per tanggal 28 Januari 2012. Belakangan digelar perundingan antara manajemen dengan enam pekerja di Balikpapan, namun belakangan justru terbit keputusan PHK.

"Aksi solidaritas berpola slowdown pun kian menguat. Namun belakangan muncul keputusan PHK terhadap 46 pekerja yang dianggap melakukan aksi slowdown. Inilah yang mendorong pekerja melakukan aksi lanjutan," kata Basti, yang menyatakan telah mendapat kuasa dari pekerja Thiess untuk bertindak mencari solusi.

Aksi dimulai Rabu (15/2/2012) malam ketika ratusan pekerja melakukan longmarch berjalan kaki dari Pos Surya ke checkpoint Pos Ulin, Swarga Bara. Kamis (16/2/2012) pagi hingga sore, pekerja melakukan aksi blokade di checkpoint tersebut.

Setelah itu pekerja memindahkan aksi ke area Tango Delta, Road 9. Saat melakukan aksi inilah ketiga pekerja diciduk. Jumat (17/2/2012) pagi, pekerja memindahkan aksi ke Bukit Pelangi. Lokasi yang dituju untuk menyampaikan aspirasi adalah mapolres, kantor bupati, juga DPRD Kutim.

Terkait penahanan tiga pekerja, Basti berharap kepolisian bisa membuat kebijaksanaan untuk mengeluarkan dari penahanan. "Kami akui ada kekeliruan. Kami berharap mereka dikeluarkan. Kami jamin tidak akan diulangi," kata Basti. Pihaknya juga berharap Disnakertrans Kutim bisa membantu mengatasi persoalan ini.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.