Rekanan Pengerukan Sungai Batanghari Divonis Bebas

Jambi (ANTARA) - Direktur Utama PT Lince Ramauli Raya, Tonggung Napitupulu terdakwa korupsi pengerukan alur Sungai Batanghari Jambi yang merugikan negara Rp5,3 miliar tahun 2011, divonis bebas oleh majelis hakim Tipikor Jambi.

Vonis majelis hakim Tipikor Jambi yang diketuai Eliwarti yang dibacakan, Kamis, jauh beda dengan tuntutan lima tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum, Rudi pada persidangan sebelumnya.

Majelis hakim Tipikor dalam keputusannya berpendapat terdakwa Tonggung tidak terbukti bersalah seperti yang didakwakan jaksa dengan demikian hakim memvonis bebas segala tuntutan jaksa penuntut umum.

Kemudian hakim memutuskan bahwa kerugian negara akibat kasus ini ditanggung oleh negara senilai Rp200 juta.

Atas keputusan itu terdakwa langsung dibebaskan dari tahanan di Lapas Klas II A Jambi.

JPU, Rudi usai sidang menyatakan pikir-pikir dan menunggu salinan putusan untuk melakukan upaya hukum selanjutnya.

Sementara itu pada sidang sebelumnya kuasa Direktur PT Lince Ramauli Raya Wahyu Asoka divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp100 juta sudsider pidana dua tahun enam bulan penjara.

Atas perbuatannya terdakwa Wahyu Asoka terbukti bersalah melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dengan undang-undang Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 66 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan jaksa bahwa atas perbuatan kedua terdakwa Tonggung dan Wahyu Asoka bersama-sama dengan mantan kepala kantor Adpel Jambi Billy P telah terbukti bersalah melakukan korupsi atau merugikan keuangan sebesar Rp5,3 miliar yang bersumber dana dari APBN dari pagu anggaran Rp8 miliar.

Dalam kasus ini terungkap bahwa nilai kontraknya Rp7 miliar tetapi yang direalisasikan dari proyek pengerukan tersebut Rp1,5 miliar pada tahun anggaran 2011.

Mantan Kepala kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Jambi, Billy P, Wahyu Asoka dan Tonggung Napitupulu terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama memperkaya diri sendiri maupun kooperatif.

Dalam persidangan terungkap mereka melakukan perbuatan melawan hukum atas tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara dalam proyek pengerukan alur Sungai Batanghari dengan menggunakan dana APBN.

Kedua terdakwa terlibat dalam kasus ini karena telah mengerjakan proyek tersebut.

Dalam kasus ini Kejati Jambi telah menetapkan enam tersangka korupsi pengerukan Sungai Batanghari yakni Billy yang menjabat sebagai Kepala Adpel Jambi, kemudian Sutrisno sebagai Dikretur Proyek Manajer PT Lince dan Arief Hidayat Direktur Multi Haksa Guna Karya, Tonggung Napitupulu. Gerry Iskandar, Toha Maryono dan Wahyu Asoka sebagai rekanan atau pihak ketiga dari PT Lince.

Anggaran pengerukan alur Sungai Batanghari Jambi itu ada pada Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dikerjakan pada tahun anggaran 2011 dengan kegiatan pengerukan alur pelayaran pelabuhan Talang Duku hingga Jambi.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Lince Ramaulu Raya dengan uraian pekerjaan melaksanakan mobilisasi dan demobilisasi peralatan keruk atau kapal keruk serta anak buah kapal.

Sedangkan pekerjaan pengerukan berlokasi di Sungai Batanghari jalur pelayaran dengan pencapaian kedalaman minimal 6.0 meter LWS dan kemiringan 1:4, sedangkan volume keruk sebanyak 279.000 M3 dengan jenis materil keruk adalah lumpur dan sidang akan dilanjutkan pada pekan depan.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.