Rekomendasi destinasi wisata di Korea Selatan ala ATEEZ

·Bacaan 4 menit

Grup idola K-pop ATEEZ memberikan rekomendasi lokasi wisata pilihan mereka beserta kuliner khas di Korea Selatan melalui video jalan-jalan yang mereka hadirkan bertepatan dengan peringatan debut grup ketiga tahun belum lama ini.

Baca juga: Istana Gyeongbok akan kembali dibuka untuk tur malam hari bulan depan

Melalui video jalan-jalan itu, kedelapan personel grup yakni Hongjoong, Seonghwa, Yunho, Yeosang, San, Mingi, Wooyoung, dan Jongho mengajak para penonton sekaligus penggemar atau disebut ATINY untuk ikut menikmati pemandangan yang indah dan hidangan dari tiga daerah yaitu Damyang, Gyeongju dan Gangneung.

Berikut ulasan singkat perjalanan para pelantun lagu "Turbulence" itu seperti dirangkum dari siaran resmi Korea Tourism Organization (KTO), pada Rabu:

1. Damyang yang tenang

Saat berkunjung ke kawasan Damyang, Jeollanam-do, para pengunjung dapat sekaligus mengunjungi Juknokwon, sebuah tujuan wisata yang merepresentasikan Damyang dan dikunjungi setidaknya satu juta pengunjung setiap tahunnya.

Tempat ini termasuk lokasi ekowisata berupa hutan bambu rimbun yang dilengkapi dengan observatorium dan area peristirahatan. Junokwon bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan dan menyatu dengan alam.

Baca juga: Jalan-jalan ala Boy William, tanpa "itinerary"

Selain pemandangan, makanan yang lezat juga menjadi daya tarik suatu daerah termasuk Damyang. ATEEZ mencoba sejumlah hidangan khas Damyang, salah satunya tteogalbi steak.

Hidangan ini disajikan berbeda dari tteokgalbi umumnya karena dihidangkan seperti steak. Pengungjung dapat menikmati hidangan yang memadukan tekstur lembut daging sapi giling, patty daging babi serta rasa manis dan asam dari saus steak ini salah satunya di restoran Yori On. Untuk cita rasa yang lebih lokal, tersedia hidangan tteokgalbi dengan ssamjang, yaitu saus campuran yang dibuat dengan gochujang (pasta cabai merah) dan doenjang (pasta kacang kedelai).

Selain tteokgalbi, ATEEZ juga mencicipi hidangan migak waffle di kafe yang dinamai sesuai dengan nama sajian itu. Waffle dengan topping stroberi dan kacang almond disajikan bersama dengan sirup dan es krim. Untuk pengalaman yang lebih manis, pengunjung dapat memasangkan waffle ini dengan vanilla bean latte buatan kafe Migak sendiri.

Baca juga: Jajanan kaki lima Korea untuk wisata kuliner di rumah

2. Gyeongju yang kaya sejarah

Salah satu destinasi yang bisa Anda sambangi ketika berkunjung ke Gyeongju yakni Observatorium Cheomseongdae, yakni observatorium astronomi yang dibuat pada zaman kerajaan Silla, masa Tiga Kerajaan. Observatorium ini memiliki tinggi sekitar 9 meter dan diperkirakan digunakan untuk mengamati bintang.

Pengunjung bisa berkunjung ke sana baik saat siang hari maupun malam hari. Bila ingin datang pada malam hari, maka bisa sekaligus menjelajag Istana Donggung dan Kolam Wonji, yang terletak tidak terlalu jauh dari sana, serta Desa Tradisional Hanok Gyochon.

Tentang kuliner Gyeongju, ATEEZ merekomendasikan dua hidangan salah satunya teuknaengmyeon di Restoran Gyodong Myeonok yang juga dikenal oleh pencinta naengmyeon, mie soba dingin.

Teuknaengmyeo disajikan dengan irisan ikan pollack mentah dan yukjeon (goreng daging sapi berbalut telur). Perpaduan rasa manis dan asamnya membuat hidangan ini sangat lezat dan segar.

“Anda tidak akan berhenti makan setelah suapan pertama!” kata ATEEZ.

Selain itu, pengunjung dapat juga mencicipi es krim injeolmi atau kue beras bubuk kacang dengan satu porsi es krim di Tteokindang, sebuah kafe dan toko kue beras bergaya hanok.

Baca juga: Rehat dari ingar bingar Seoul di pulau Ganghwado

3. Gangneung yang secantik zamrud

Kawasan Gangneung yang terletak di Gangwon-do dikenal memiliki beragam tujuan wisata seperti Jeongdongjin, pantai Jumunjin, pantai Gyeongpo dan lain-lain. Dalam seri video jalan-jalan ATEEZ, tujuan wisata yang dikunjungi yakni Gangneung Dubu Village atau Desa Tahu Gangneung.

Desa Gangneung Dubu didedikasikan untuk "sundubu" atau tahu lunak, makanan yang merepresentasikan Gangneung. Desa Tahu ini terkenal dengan "Chodang dubu", yakni hidangan yang dibuat melalui proses panjang penggilingan kacang dan memadatkan dadih dengan air laut segar dari laut timur Korea, untuk memberikan rasa manis yang lembut.

Baca juga: Korsel kenalkan wisata kebugaran sebagai tren baru usai pandemi

Berbicara lokasi wisata, ada juga Sinami, Tamasya Myeongju. Tujuan wisata ini menawarkan kesempatan untuk sepenuhnya menikmati lingkungan pusat kota Myeongju-dong dengan penduduk lokal Gangneung. Tamasya ini menggabungkan aspek kegiatan wisata dan gaya hidup masyarakat lokal, dan memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk menjelajahi masa lalu dan masa kini kota Gangneung.

Mengenai hidangan, ATEEZ merekomendasikan Lala Chicken, yang merupakan menu andalan dari restoran Lalaok Gangneung Volla. Ayam panggang ini diasapi selama 20 jam, menawarkan perpaduan sempurna antara rasa daging ayam yang diasap dan daging ayam yang empuk. Hidangan ini disajikan dengan lapisan nasi kuning matang di bawahnya, sementara di atasnya diberi tahu goreng dan ditaburi keju parut. Yum!

Pihak pengelola obyek-obyek wisata di Korea Selatan saat ini mengikuti panduan keamanan COVID-19 secara ketat dengan meningkatkan ventilasi dalam ruangan, membersihkan dan menyemprotkan disinfektan secara rutin, dan mewajibkan pengunjung untuk mengenakan masker sepanjang waktu, bersama dengan pencegahan lainnya.

Di restoran, pengunjung diwajibkan mengenakan masker kecuali jika sedang makan. Selain itu, pengunjung juga diimbau menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan baik dengan air mengalir dan sabun maupun hand sanitizer yang disediakan oleh restoran dan tempat-tempat wisata.

Baca juga: Berencana travel ke Seoul? Ini daftar restoran favorit bintang K-pop

Baca juga: Jalan virtual Korea ke Gangneung, Mokpo dan Andong

Baca juga: BTS kerjasama dengan Organisasi Pariwisata Seoul promosi ibukota Korea

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel