Rekomendasi Drama Mandarin Singapura Terbaik, Wajib Ditonton di Vidio!

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ada berbagai drama Singapura yang bisa menjadi pilihan tontonan Anda di waktu liburan. Menonton drama Mandarin Singapura rasanya tidak terlalu beda dengan menyaksikan drama Mandarin dari China ataupun Hong Kong. Ketiganya memiliki alur cerita yang unik yang bikin penonton penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya.

Industri perfilman Singapura juga begitu beragam. Sebuah stasiun televisi lokal Singapura, Mediacorp, sering menggarap serial drama. Mereka pernah merilis Last Madame yang menjadi pemenang dalam Festival Film Internasional Busan untuk kategori drama asia terbaik pada tahun 2020.

Penasaran apa saja drama Singapura yang bikin penat Anda hilang? Tiga rekomendasi drama Singapura terbaik berikut ini mungkin bakal bikin Anda ketagihan buat nontonnya!

Last Madame (2019)

Streaming drama Last Madame secara eksklusif hanya di aplikasi Vidio. (Dok. Vidio)
Streaming drama Last Madame secara eksklusif hanya di aplikasi Vidio. (Dok. Vidio)

Last Madame merupakan serial produksi Singapura pertama yang berlabel M18 atau khusus untuk dewasa. Ceritanya berawal dari masa lalu Fung Lan (Joanne Peh) sebagai kepala rumah bordil pada tahun 1930-an.

Rahasia Fung Lan yang kelam tersebut terkuak berpuluh-puluh tahun kemudian oleh cucunya bernama Chi Ling (Fiona Fussi). Ia hanya ingin menjual rumah warisannya neneknya di Singapura lalu kembali bekerja bankir.

Namun Chi Ling justru menemukan sejarah luar biasa di rumah itu. Kemudian ia mengalami dilema antara menjual rumah warisan nenek buyutnya atau memberikannya ke pihak preservasi sejarah.

The Little Nyonya (2008)

Nonton drama The Little Nyonya hanya di Vidio. (Dok. Vidio)
Nonton drama The Little Nyonya hanya di Vidio. (Dok. Vidio)

The Little Nyonya adalah kisah para keturunan kebangsaan China di Selat Melaka pada tahun 1930-an. Mengisahkan secara spesifik kepada kehidupan Yue Ning, ia hidup di keluarga yang tidak menganggapnya.

Orang tua Yue Ning dibunuh oleh tentara Jepang ketika ia berusia sepuluh tahun. Ia pun tinggal di rumah keluarga Huang yang sering memberinya masalah.

Namun ia berhasil tumbuh menjadi wanita cerdas dan mandiri. Ia terlatih menghadapi dunia yang keras dan mampu bertahan hingga sejauh ini.

Karena bisnis sarang burung walet dan barang antik itu, Yue Ning juga berhasil menolong keluarga Huang yang terlilit hutang, padahal mereka tidak menganggapnya dulu.

The Dream Job (2016)

Nonton drama Mandarin Singapura The Dream Job di layanan streaming Vidio (Dok. Vidio)
Nonton drama Mandarin Singapura The Dream Job di layanan streaming Vidio (Dok. Vidio)

The Dream Job mengisahkan pencarian anak dari seorang pengusaha kaya bernama Zhang Qing Dong. Namun ia memiliki cara yang unik, yakni dengan membuka lowongan kerja sebagai anak.

Deskripsi kerjanya hanya mengurus bisnis dan menikmati mansion, gaji tinggi, hingga mobil mewah. Qing Dong memberikan kepercayaan kepada pengacara Li Junfeng (Shaun Cheng) untuk menyeleksi calon anak.

Dari seleksi tersebut terpilihlah Cheng Huishan (Jeanette Aw), Jiang Xinya (Rebecca Lim), dan Lin Zijie (Ian Fang). Tiga orang itu kemudian harus bekerjasama dengan anak angkat Qing Dong bernama Zhang Lixing (Zhang Zhenhuan).

Masa lalu Qing Dong terenyuh dalam dunia kenikmatan sesaat, ketika pria tersebut menjadi tua, ia tidak menikah dan memiliki keturunan. Bagaimana usaha pencarian pewaris perusahaan selanjutnya?

Nonton Drama Asia Lengkap di Vidio

Dari sinopsis di atas terlihat drama Singapura memiliki keunikan tersendiri bukan? Rata-rata serial drama Singapura terbaik mengangkat kisah hubungan keluarga dan usaha bisnis.

Untuk nonton drama china sub indo, bisa saksikan secara lengkap di layanan streaming Vidio. Selain rekomendasi di atas, Anda juga bisa menonton berbagai tayangan drama dari negara lainnya. Download aplikasi Vidio sekarang!

Penulis: Melly Yustin Aulia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel