Rekonsiliasi di Pucuk Beringin, Adem Sebelum Munas

Liputan6.com, Jakarta Bambang Soesatyo atau Bamsoet menyatakan mundur dari pencalonan Ketua Umum Partai Golkar. Pernyataan mundur dari itu disampaikan Bamsoet usai pertemuannya dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, politikus senior Partai Golkar Luhut Pandjaitan dan Airlangga Hartarto.

Berikut pernyataan lengkap Bamsoet terkait mundurnya sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar:

Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan, yang pertama setelah saya mencermati perkembangan Partai Golkar jelang Munas yang semakin panas. Kedua situasi nasional yang memerlukan situasi politik yang kondusif guna menjaga harapan kita mempertahankan kebutuhan ekonomi yang telah kita perjuangkan agar tidak kena dampak ekonomi ancaman ekonomi global.

Kemudian yang ketiga pandangan nasihat saran dan pendapat senior tokoh senior kami Pak Luhut, Ketua Dewan Pembina Pak Aburizal, Wakil Dewan Kehomatan Akbar Tanjung. Saya tadi pagi sudah berkomunikasi dan beliau menyampaikan pandangan nasihatnya termasuk Pak Agung Laksono.

Keempat semangat rekonsiliasi yang telah kita sepakati bersama dengan kedua tim-tim saya dan ke depannya tak ada lagi pro Bamsoet yang ada adalah pro Golkar dan pro Indonesia maju. Maka dengan semangat rekonsiliasi yang kita sepakati bersama maka demi menjaga soliditas dan keutuhan Golkar saya menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat ketum Golkar periode 2019-2024.

Maka saya berharap soliditas dan kekompakan Golkar ke depan dalam menjaga situasi internal yang harus terus-menerus terjaga dengan baik dalam menghadapi tantangan. Baik bidang ekonomi maupun politik yang terpenting dalam partai kita kekompakan dalam menyongsong kemenangan Pemilu 2024.

Saya mengimbau kepada para pendukung saya yang selama ini bekerja keras untuk kembali merajut kader-kader Golkar yang ada karena tak ada yang lain hanya satu Partai Golkar.

Munas Golkar

Ketum Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan usai menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon ketua umum Partai Golkar di Jakarta, Senin (2/12/2019). Munas Partai Golkar akan digelar 3 Desember 2019 dengan salah satu agendanya pemilihan ketum periode 2019-2024. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Partai Golkar akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta selama empat hari, Selasa-Jumat, 3-6 Desember 2019.

Munas Partai Golkar akan dibuka Presiden Joko Widodo.

Dalam ajang ini, sembilan tokoh Partai Golkar telah mendaftar sebagai bakal calon Ketua Umum DPP Partai Golkar sejak pendaftaran dibuka Kamis 28 November 2019.

Juru Bicara Panitia Penyelenggara Munas Partai Golkar, Christina Aryani mengatakan, dari sembilan bakal calon ketua umum yang telah mengambil formulir, dua di antaranya sudah mengembalikan berkas pendaftaran itu.

"Ada sembilan orang yang mengambil formulir sebagai bakal calon ketum. Dua sudah mengembalikan berkas pendaftaran yaitu Ridwan Hisjam dan Ali Yahya," kata Christina, di Jakarta, Senin 2 Desember 2019, seperti dilansir Antara.

Beberapa nama lain yang telah mengambil formulir pendaftaran calon Ketua Umum Golkar antara lain Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Indra Bambang Utoyo, dan Agun Gunandjar Sudarsa.

Meskipun sejumlah polemik mewarnai internal Partai Golkar menjelang pelaksanaan Munas, sejumlah politisi senior Golkar meyakini Munas tidak akan menimbulkan perpecahan apalagi sampai menyulut terciptanya partai baru.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: