Rekonstruksi Kasus Brigadir J, LPSK Koordinasi Pengamanan Bharada E ke Polri

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) terkait rekonstruksi kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Koordinasi ini berkaitan dengan pengamanan terhadap Bharada Richard Eliezer yang berstatus Justice Collaborator (JC).

"Sedang dikoordinasikan dengan LPSK (pengamanan terhadap Bharada E)," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian saat dihubungi, Senin (29/8).

Meski begitu, Andi memastikan Polri akan memberikan pengamanan khusus terhadap Bharada E pada saat pelaksanaan rekonstruksi nanti.

Selain itu, pengamanan terhadap eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo nantinya akan dilakukan sesuai dengan standar pengamanan seorang tahanan.

"(Pengamanan FS) Standar pengamanan tahanan," ujarnya.

Secara terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menambahkan, pihaknya telah menyiapkan anggota untuk melakukan pengamanan dalam pelaksanaan rekonstruksi tersebut. Namun, dia belum bisa memastikan apakah pengamanan itu melibatkan personel Brimob atau tidak.

"Sudah disiapkan oleh penyidik, teknis pengamanan dan lain-lain," ujar Dedi.

Polisi menyatakan rekonstruksi dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi peristiwa insiden berdarah pada awal Juli 2022 lalu. Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan empat orang tersangka akan menggunakan baju tahanan pada saat menjalani rekonstruksi.

"Empat tersangka berstatus tahanan akan menggunakan baju tahanan," kata Andi Rian.

Sementara Putri Candrawathi tidak akan menggunakan baju tahanan. Sebab, hingga saat ini dirinya hanya baru berstatus sebagai tersangka dan bukan sebagai tahanan.

"(Karena), tersangka PC (Putri Candrawathi) bukan tahanan," ujarnya. [ray]