Rekonstruksi Kasus Kerangkeng Manusia, Sebagian Tersangka Bantah Terlibat

Merdeka.com - Merdeka.com - Adegan rekonstruksi kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin, digelar di Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Rabu (25/5). Rekonstruksi itu diikuti oleh 8 tersangka kasus kerangkeng manusia yakni HS, IS, TS, RG, JS, HG, SP, dan DP.

Namun, Terbit tampak tak hadir dalam adegan rekonstruksi itu lantaran masih menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan kedelapan tersangka itu menjalani 68 adegan.

"Hari ini rekonstruksi sebanyak 68 adegan," katanya, Rabu (25/5) malam.

Menurut Hadi, dilakukannya adegan rekonstruksi itu untuk melengkapi berkas penyidikan. Selanjutnya, berkas perkara ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumut.

Sementara itu, Mangapul Silalahi, dari kuasa hukum para tersangka mengatakan ada sejumlah adegan rekonstruksi yang ditolak kliennya. Dia mengklaim sejumlah tersangka tak pernah melakukannya.

"Ada sebagian yang ditolak tersangka karena tidak pernah dilakukan," katanya.

Seperti diketahui, dalam kasus kerangkeng manusia itu polisi telah menetapkan 9 orang tersangka yang merupakan warga sipil termasuk dalang utamanya yakni Terbit. Sedangkan, Jenderal TNI, Andika Perkasa, menyebut ada 10 anggota TNI terlibat dalam kasus itu.

Kerangkeng manusia milik Bupati nonaktif Langkat itu sempat menyita perhatian publik karena adanya enam korban jiwa hingga dugaan penyiksaan. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel