Rekonstruksi Kasus Mutilasi 4 Warga yang Libatkan 6 Prajurit TNI AD, Ada Fakta Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Mimika dan tim gabungan inafis menggelar rekontruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi pada Senin (22/8), di Kabupaten Mimika. Rekontruksi pun dijaga ketat oleh anggota Polri-TNI.

"Dalam penanganan kasus ini kita berkolaborasi bersama sehingga dapat terungkap dengan cepat dan transparan sesuai harapan seluruh masyarakat," kata Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (3/9).

Dalam rekontruksi ini dihadiri oleh Ketua Harian Kompolnas RI Benny Josua Mamoto, Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramdani, Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander P, tim Komnas HAM provinsi Papua, dan tim Kejaksaan Negeri Mimika.

"Rekonstruksi tersebut menghadirkan ke sembilan pelaku dengan mempraktikkan sebanyak 50 adegan di enam Tempat Kejadian Perkara (TKP)," katanya.

Gede menjelaskan bahwa ditemukan juga fakta-fakta baru usai rekontruksi. "Kami dari penyidik akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk fakta-fakta baru yang ditemukan, dari rekonstruksi ini juga sudah bisa kita buka dengan jelas mulai dari tahap perencanaan, lokasi maupun tahap pelaksanaan dan pembagian hasil dari tindak kejahatan yang diperbuat," pungkasnya.

6 Prajurit TNI Terlibat Pembunuhan dari Mayor sampai Pratu

Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa mengakui enam anggota TNI AD yang bertugas di Brigif 20 Kostrad diduga terlibat dalam kasus pembunuhan yang menewaskan empat warga sipil di Timika, Papua. Teguh menyebut dua korban ditemukan dalam kondisi termutilasi.

"Memang betul telah terjadi dan telah ditemukan dua jenazah, di antaranya korban mutilasi yang terjadi di Timika. Saat ini keenam prajurit sudah ditahan di Den POM Timika. Motif dan latar belakangnya masih didalami," kata Mayjen TNI Teguh Angkasa di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, dilansir Antara, Senin (29/8).

Teguh Angkasa mengakui Panglima TNI dan Kasad telah memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi terhadap kejadian tersebut. Kodam XVII Cenderawasih telah bekerjasama dengan Polda Papua untuk mengungkap fakta yang terjadi karena hukum harus ditegakkan.

"Bahkan tim sudah melakukan pemeriksaan terhadap keenam prajurit," jelas Teguh Angkasa.

Keenam anggota TNI-AD yang diduga terlibat dalam insiden pembunuhan empat warga sipil itu yakni Mayor Inf Hf, Kapten Inf Dk, Praka Pr, Pratu Ras, Pratu Pc dan Pratu R. [eko]