Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Sambo dan Istri Akan Dihadirkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri bakal melakukan rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Selasa (30/8). Seluruh tersangka berjumlah lima orang akan dihadirkan pada gelar rekonstruksi tersebut.

Sekadar diketahui, lima tersangka dalam kasus ini adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (istri), Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo Kuwat Maruf.

"Dengan menghadirkan seluruh tersangka lima orang, yang sudah ditetapkan tersangka terkait kasus 340 subsider, 338 KUHP, jo 55 dan 56 KUHP," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo.

Dia mengatakan, rekonstruksi dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi peristiwa insiden berdarah pada awal Juli 2022 lalu.

"Dari Dirtipidum menyampaikan untuk memperjelas konstruksi hukum dan peristiwa yang terjadi," jelasnya.

Undang JPU Lihat Langsung Proses Rekonstruksi

Tim dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) rencananya ikut diundang menyaksikan jalannya rekonstruksi secara langsung. Sehingga proses pemberkasan perkara bisa segera rampung dan dinyatakan lengkap (P21) untuk ke persidangan.

"Agar JPU mendapat gambaran yang lebih jelas dan sama dengan fakta-fakta dan keterangan para tersangka dan saksi di BAP agar berkas bisa segera P21," tuturnya.

Selain itu, Kepolisian juga akan mengundang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Kehadiran dua lembaga eksternal ini, kata Dedi, penting untuk memastikan proses rekonstruksi berjalan transparan.

Putri Dipersilakan Kembali ke Rumah

Setelah menjalani pemeriksaan panjang pada Jumat (26/8) kemarin, Putri Candrawathi diizinkan kembali ke rumahnya di Saguling, Duren Tiga. Putri akan diperiksa kembali pada 31 Agustus mendatang, dilanjutkan ikut serta dalam proses rekonstruksi.

Dedi memastikan meski dikembalikan ke rumahnya, gerak gerik Putri tetap dalam pengawasan. Tujuannya, untuk mencegah kemungkinan ada komunikasi dari luar yang mengganggu proses penyidikan.

"Penyidik sudah mengantisipasi itu semuanya secara teknis dan taktis penyidik tentunya sudah sangat paham tentang hal tersebut," tegas Dedi.

Putri Tersangka

Sebelumnya, Polri telah menetapkan istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Penetapan tersangka seusai penyidik menemukan rekaman CCTV yang sempat dikabarkan hilang.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, setidaknya sudah ada 52 orang diperiksa oleh Timsus dalam pembunuhan berencana Brigadir J. Bahkan, polisi berhasil menemukan CCTV yang menjadi kunci penetapan Putri Candrawathi sebagai tersangka.

"Alhamudlillah CCTV yang sangat vital menggambarkan situasi sebelum, sesaat dan setelah kejadian. Kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik dari hasil penyelidikan tersebut. Tadi malam sampai pagi sudah dilakukan sejumlah pemeriksaan tadi disampaikan bahwa ibu PC ditetapkan tersangka," jelas Andi Rian di Mabes Polri, Jumat (19/8).

Putri dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP. Pasal 340 mengatur pidana terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.

Dengan ditetapkan Putri sebagai tersangka, maka total ada lima tersangka pembunuhan Brigadir J. Empat tersangka lainnya, yakni Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, dan asisten rumah tangga Sambo Kuwat Maruf. [lia]