Rekor Buncit Kelulusan di NTT Akibat Jebloknya Nilai IPA

TEMPO.CO , KUPANG: – Tingkat kelulusan siswa di Nusa Tenggara Timur kembali menduduki peringkat terakhir secara nasional. Seperti tahun sebelumnya, hasil Ujian Nasional NTT berada pada urutan 33, meski prosentase kelulusan meningkat 0,07 persen.

Tahun ini, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengikuti Ujian Nasional mencapai 36.228 orang. Sebanyak 34.304 siswa atau 94,50 persen lulus, sedangkan 1.924 siswa tidak lulus. Pada 2011, prosentase kelulusan hanya 94,43 persen dari 32.532 orang peserta UN.

»Secara nasional, NTT masih berada di urutan terakhir,” kata Klemens Meba, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTT di Kupang, kemarin.

Ada beberapa alasan mengapa Provinsi NTT tiga tahun berturut-turut berada di urutan terakhir nasional, yaitu kurang tersedianya sarana prasarana pendukung peningkatan mutu pendidikan, seperti laboratorium dan perpustakaan sekolah serta klasifikasi guru yang belum memenuhi syarat. Dari 82 ribu guru di NTT, 54 ribu di antaranya belum setingkat sarjana (S1).

Meba meminta pemerintah pusat turun tangan memperbaiki masalah ini, sehingga peringkat NTT lebih baik pada tahun berikutnya. »Kami berharap ada intervensi dari pemerintah pusat,” katanya.

Belum beranjaknya NTT dari peringkat terbawah ini juga dipengaruhi oleh anjloknya nilai bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa Indonesia pada UN 2012. Nilai terendah ketiga bidang studi itu berkisar antara 1,70-4,00.

Meski ada di posisi buncit, tidak ada satu pun sekolah di NTT yang meraih hasil nol persen kelulusan. Rata-rata prosentase kelulusan UN di sekolah sekitar 78 persen. Bahkan sebanyak lima sekolah meraih hasil 100 persen kelulusan.

Secara nasional, tingkat kelulusan SMA, MA dan SMK tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menyatakan tingkat kelulusan UN siswa SMA/MA tahun ini mencapai 99,5 persen, sedangkan SMK 99,7 persen. Ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, yaitu 99,2 persen untuk SMA/MA dan SMK 99,51 persen.

Walaupun secara nasional tingkat kelulusan lebih baik daripada 2011, masih ada sekolah yang tidak lulus 100 persen. Peserta UN dari dua sekolah di Sumatera Utara, yaitu Sekolah Menengah Atas Dorome di Kota Medan dan Madrasah Aliyah di Kabupaten Langkat, tidak ada yang lulus.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Bahauddin Manik menyatakan tingkat kelulusan 2012 di provinsi itu sebenarnya mencapai lebih dari 99 persen. »Tapi memang ada dua sekolah yang tidak lulus 100 persen, karena jumlah pesertanya 4 dan 11 siswa,” kata Bahauddin.

| YOHANES SEO | ANANDA BADUDU | SOETANA MONANG HASIBUAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.