Rekor Buruk David De Gea Soal Penalti, Pantas jadi Biang Kekalahan MU

·Bacaan 1 menit

VIVA – Rekor buruk dicatatkan kiper Manchester United, David de Gea, usai kekalahan memalukan dari Villarreal di final Liga Europa, dini hari tadi. Kiper asal Spanyol itu tak pernah menggagalkan 38 penalti secara beruntun.

Setan Merah kalah menyakitkan di final Liga Europa yang dihelat di Energa Gdanks Stadium, Polandia, dini hari tadi. Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Mungkin, ini jadi salah satu adu penalti terpanjang dalam sejarah final Liga Europa. Bagaimana tidak, sebanyak 11 penendang yang tersedia semuanya sampai harus menunaikan tugasnya sebagai eksekutor.

Sial, De Gea yang jadi penendang terakhir tak mampu menyelesaikan tugasnya lantaran tendangannya ditepis kiper Villarreal, Geronimo Rulli. Kegagalan itu menjadikan trofi Liga Europa jatuh ke wakil Spanyol tersebut.

Tak cuma sial di adu penalti, De Gea juga mencatatkan rekor buruk lainnya. Dia tak mampu menepis satu pun penalti dari pemain The Yellow Submarine.

Dia kebobolan 11 kali, termasuk tendangan Rulli. Andai dia bisa sekali saja menangkis tembakan Villarreal, mungkin hasil pertandingan bakal berbeda.

Dikutip The Sun, termasuk 11 penendang Villarreal, kiper 30 tahun itu menorehkan rekor buruk dengan tak pernah menangkis 38 tembakan penalti ke gawangnya secara beruntun.

Kali terakhir De Gea bisa menangkis penalti terjadi pada lima tahun lalu. Ketika dia menepis tendangan Romelu Lukaku di semifinal Piala FA, 23 April 2016 silam. Itu penyelamatan penalti ke-11 dalam karier kiper asal Spanyol.

Sejatinya, manajer Ole Gunnar Solskjaer juga berperan dalam kekalahan ini. Sebab, dia bisa saja menggantikan De Gea dengan Dean Henderson yang memiliki rekor lebih baik dalam menepis penalti.

Kiper asal Inggris itu sudah delapan kali menepis penalti. Enam di antaranya di level senior.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel