Rekornas para-atletik pecah di Peparnas Papua bertambah delapan

·Bacaan 2 menit

Rekor nasional di cabang olahraga para-atletik yang pecah pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Kamis, bertambah delapan.

Pertama, atlet Jawa Tengah Jaka Sriyana yang mencatatkan waktu 4 menit 27,60 menit di nomor 1500 meter T52-53 putra atau melebihi rekor sebelumnya yang dicetak Nandang Wahyudin pada Peparnas 2016 di Jawa Barat (4 menit 55,52 detik).

Kedua, Evy Yunita Pohan dari Sumatra Utara di nomor 800 meter T52-54 putri dengan catatan waktu 2 menit 44,79 detik atau memperbaiki rekornas yang dicetak Mulyani dari Kalimantan Selatan di Peparnas 2016 (3 menit 01,41 detik).

Ketiga, rekornas di nomor 800 meter T37 putra yang dicetak Ammar Hudzaifah dengan waktu 2 menit 19,23 detik atau memecahkan rekornas Timin dari Jateng pada Peparnas 2016 dengan waktu 2 menit 27,24 detik.

Keempat, Rifki Ahmad Soleh dari Jateng yang mencatatkan waktu 2 menit 12,85 detik pada nomor 800 meter T45-46 putra yang mampu memperbaiki rekornas Erens Sabandar dari Maluku pada Peparnas 2016 (2 menit 14,75 detik).

Kelima, Slamet Wahyu Jati dari Jateng di nomor 800 meter T12-13 putra dengan torehan waktu 2 menit 06,86 detik.

Catatan waktu Slamet memperbaiki dua rekornas sebelumnya, yakni Wicherson Wila (Kalimantan Timur) dengan 2 menit 25,53 detik di kelas T12 dan Agustinus Tinabila (Sumsel) di kelas T13 dengan 2 menit 10,13 detik pada Peparnas 2016.

Keenam, atlet Jabar Teguh Priyanto yang mencatatkan waktu 2 menit 16,79 detik di nomor 800 meter T53 putra atau memecahkan rekornas yang dicetak Jaka Sriyana dengan 2 menit 24,50 detik di Peparnas 2016.

Dua rekor lainnya adalah rekor baru yang dicetak Ni Wayan Ayu Alvina dari Bali dengan waktu 30,80 detik pada nomor 200 meter T13 putri.

Kemudian, Marni Natonis dari Nusa Tenggara Timur dengan catatan waktu 2 menit 42,57 detik yang mencatatkan rekor baru pada nomor 800 meter T20 putri.

Hingga saat ini, sudah ada 27 rekornas yang pecah pada Peparnas Papua, baik yang dicetak oleh atlet debut maupun atlet elite.

Atlet elite adalah mereka yang pernah berlaga di ajang olahraga internasional sehingga hanya diperbolehkan turun di satu nomor pada Peparnas Papua.

Baca juga: Raih emas Peparnas, Evy Yunita semangati penyandang difabel
Baca juga: Jateng masih memimpin medali para-atletik Peparnas Papua
Baca juga: Atlet Sumut Eko Saputra pecahkan rekor atletik di Peparnas Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel