Rektor UI Rangkap Jabatan, Arief Poyuono: Mundur Saja

·Bacaan 1 menit

VIVA – Politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengkritik Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro yang rangkap jabatan menjadi wakil komisaris utama salah satu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Arief meminta Ari mundur sebagai Rektor UI jika memang ingin menjadi Wakil Komisaris salah satu Bank BUMN. Sehingga bisa lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya.

"Kerja jadi rektor aja belum tentu becus ini malah merangkap jabatan ,yang ada nanti ngurus UI enggak becus lagi karena harus jadi pebisnis di BUMN. Saya minta Rektor UI mundur saja sebagai rektor kalau mau jadi komisaris BUMN," kata Arief Poyuono, Rabu 21 Juli 2021

Seharusnya, kata Arief, jika seseorang sudah menjabat sebagai rektor di UI, tidak perlu lagi memikirkan jabatan lain. Sebab, untuk menjadi Rektor UI itu tidak mudah tugasnya dan pasti akan menghabiskan banyak waktu.

Baca juga: Pemerintah Makin Serius Simplifikasi Cukai Hasil Tembakau

"Apalagi UI itu sudah jadi PTN Berbadan Hukum yang mana rektor sudah sibuk mengurus UI sebagai badan otonom untuk mengelola UI secara profesional dan komersial," kata Arief.

Keputusan menunjuk Rektor UI sebagai Wakil Komisaris salah satu bank BUMN, merupakan kebijakan yang tidak tepat yang diambil oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Ini keputusan paling ngawur yang dilakukan Erick Thohir, menjadikan pendidik jadi pebisnis di BUMN. Rektor itu tugasnya mencetak SDM yang tangguh dan profesional untuk memasuki dunia kerja,bukan mengawasi sambil jadi pebisnis di BUMN ya," ujar Arief

Arief menduga ada maksud tertentu yang diinginkan Erick menunjuk Rektor UI sebagai pejabat tinggi di BUMN. "Mungkin juga Erick Thohir menempatkan para rektor PTN jadi komisaris punya tujuan untuk mencari dukungan dan membentuk jaringan kampus untuk persiapan nyalon presiden Kali ya," ujarnya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel