Rektor Unair dikukuhkan sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia 2022-2023

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Mohammad Nasih dikukuhkan sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2022-2023 dalam Konferensi FRI 2022 digelar di kampus setempat, Minggu.

Nasih menggantikan kepemimpinan FRI periode sebelumnya yang diketuai Panut Mulyono yang juga Rektor UGM periode 2017-2022. Pengukuhan dilakukan melalui Dewan Pertimbangan FRI Arif Satria yang juga selaku Rektor Institut Pertanian Bogor.

"Menjadi Ketua Forum Rektor Indonesia merupakan sebuah amanah dan tentunya harus diterima, ada persyaratan yang harus dijalani yaitu kolaborasi dan kerja samanya, perlu diketahui bahwa forum rektor ini adalah milik bersama tanggung jawab bersama," kata Nasih usai pengukuhan.

Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh rektor melakukan kerja sama sehingga dapat mencapai tujuan bersama.

Baca juga: Menko Polhukam imbau perguruan tinggi memperkuat demokrasi

Menurut dia, Forum Rektor bukan milik satu kalangan, tetapi milik bersama yang harus dipelihara bersama-sama dan harus dibesarkan bersama.

"Jangan ada salah satu anggota yang tidak menyemangati dengan kolaborasi kita dapat mencapai tujuan yang kita inginkan, serta berikan kontribusi secara signifikan untuk kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini," kata dia.

Dalam acara Forum Rektor Indonesia (FRI) ada penyampaian dan pengesahan gagasan dari tiap-tiap komisi. Komisi A tentang anggaran dasar/anggaran rumah tangga, Komisi B tentang garis-garis besar pada program FRI, dan Komisi C tentang rekomendasi konferensi konvensi kampus mendatang.

Seluruh rektor juga melakukan deklarasi terkait Pemilu 2024 dengan slogan "Siap Berkontribusi dan Melakukan Aksi Nyata Mewujudkan Demokrasi Indonesia Berkualitas dan Bermartabat Berbiaya Murah Serta Tanpa Kecurangan dan Politik Uang".

Baca juga: Forum Rektor tekankan persiapan hadapi isu global di masa mendatang
Baca juga: Forum Rektor sebut RUU Sisdiknas harus disiapkan komprehensif
Baca juga: BNPT: Peran Forum Rektor dibutuhkan selesaikan radikalisme di kampus