Rektor Unhas Tolak Ungkap Sosok Mahasiswa Pemicu 7 Profesor Mundur

Merdeka.com - Merdeka.com - Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa enggan mengungkapkan sosok mahasiswa yang menjadi pemicu tujuh profesor mundur dari mengajar program doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia meminta agar masyarakat tidak lagi menyinggung sosok mahasiswa S3 itu.

Jamaluddin yang akrab disapa Prof JJ mengaku sebenarnya tidak mau tahu sosok mahasiswa S3 itu. Baginya, hal itu tidak lebih penting karena masih banyak mahasiswa lain yang perlu diproteksi.

"Tidak penting, terlalu banyak mahasiswa kami dan hampir seluruhnya kita proteksi. Sekali Anda menjadi mahasiswa Unhas, rektor akan mengawal agar terproteksi," ujar Jamaluddin saat jumpa pers di Gedung Rektorat Unhas Makassar, Jumat (4/11).

Ia berharap polemik sosok mahasiswa S3 tersebut dihentikan dan tidak perlu lagi dibesar-besarkan. Apalagi, mahasiswa tersebut juga sudah dinyatakan tidak lulus, meski satu dari tiga dosennya memberikan nilai 92.

"Itu menjadi masalah, kami sudah panggil dosennya juga. Bahwa itu terjadi, tapi toh mahasiswa itu sampai selesai rapat verifikasi oleh dekan, siapa pun itu mau kerabat dekat dekan, kan toh dia tidak lulus. Apalagi masalahnya, toh dia sudah tidak lulus dan dia harus mundur jadi mahasiswa S3. Kan sudah terlalu berat menurut saya, jangan ungkit-ungkit lagi siapa orangnya. Tolong jangan, kami harus memproteksi mahasiswa dan alumni Unhas siapa pun itu," ucapnya.

"Tolong kita jangan lagi mem-bully ini lagi, karena dia sudah mendapatkan hukuman dalam arti konsenkuensi bahwa dia dianggap tidak lulus. Walaupun harus diingat lho, dari tiga dosen satu orang memberikan nilai 92," imbuhnya.

Konflik di FEB

Jamaluddin juga mengakui adanya konflik di FEB. Ia mengaku terus berusaha mencari solusi internal termasuk menggelar pertemuan dengan dekan dan para guru besar itu.

"Bahwa ada konflik di (Fakultas) Ekonomi kami akui bahwa itu terjadi. Kami terus berusaha mencari solusi internal dan sudah ada proses pertemuan antara dosen dengan guru besar pada hari itu juga ada titik terang," tuturnya.

Sementara terkait masa kerja Tim Verifikasi (ralat sebelumnya Investigasi), Jamaluddin tidak memberikan tenggat waktu. Hanya, ia berharap masalah itu bisa rampung bulan ini.

"Kami harus memastikan bahwa proses untuk menangani ini harus kami lakukan, harus ada fakta, verifikator, sebelum rektor memutuskan ada solusinya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa membentuk tim untuk menyelesaikan masalah pengunduran diri tujuh guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) karena tidak mau meluluskan seorang mahasiswa program doktoral. Tim verifikasi yang dibentuk berisikan sembilan orang. [yan]