Rektor UNS sebut SDM jadi tantangan hadapi bonus demografi 2045

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Jamal Wiwoho menyebut sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan dalam menghadapi bonus demografi 2045.

"Dalam 100 tahun Indonesia merdeka atau tepatnya pada era bonus demografi 2045 Indonesia tak luput dengan yang namanya tantangan, salah satunya menciptakan SDM unggul dan tangguh," katanya di Solo, Rabu.

Ia mengatakan yang harus dilakukan termasuk oleh perguruan tinggi adalah dengan mengembangkan SDM. Menurut dia, ini sejalan dengan visi presiden terkait SDM Unggul.

"Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga telah menerapkan program Merdeka Belajar untuk mewujudkan SDM Unggul ini," katanya.

Baca juga: BRIN: Tingkatkan pembangunan manusia maksimalkan bonus demografi

Baca juga: Kepala Bappenas perkirakan RI alami bonus demografi hingga 2040

Dalam hal ini, perbaikan dari sisi SDM juga harus diperhatikan mengingat manusia sebagai faktor utama pada proses perubahan.

Ia mengatakan SDM merupakan penentu kesuksesan proses perubahan, mulai dari kemauan, kemampuan, dan pengetahuan.

"Dalam abad ke-21, pasti akan ada perubahan dan perubahan inilah yang harus diantisipasi. Perubahan pasti terjadi di setiap aspek kehidupan. Perubahan pun bersifat pasti dan tidak bisa dihindari atau ditolak namun harus dihadapi, disikapi, dan diantisipasi," katanya.

Selain itu, dalam perjuangan menghadapi berbagai tantangan di era bonus demografi tersebut, Bangsa Indonesia masih dihadapkan pada krisis kepemimpinan.

"Pertama adanya krisis komitmen. Kebanyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikirkan dan mencari pemecahan masalah bersama, masalah harmonisasi dalam kehidupan dan masalah kemajuan dalam kebersamaan," katanya.

Selain itu, mengenai krisis kredibilitas. Menurut dia, perlu dicari pemimpin atau kader pemimpin yang mampu menegakkan kredibilitas tanggung jawab.

"Ketiga adanya krisis jiwa kepemimpinan. Pemimpin tidak hanya didapatkan dari keturunan saja melainkan harus diciptakan dan dilatih," katanya.

Dalam hal ini, dikatakannya, pendidikan juga berperan penting dalam menciptakan pemimpin ideal masa depan bangsa mengingat pendidikan merupakan faktor yang sangat vital dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Pendidikan dijadikan media untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak atau karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, serta bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar kelak sukses menjadi pemimpin yang ideal bagi masa depan bangsa," katanya.

Baca juga: Indonesia dinilai perlu optimalkan bonus demografi dorong ekonomi

Baca juga: Kualitas sumber daya manusia jadi tantangan utama bonus demografi